Sunday, 26 Zulhijjah 1441 / 16 August 2020

Sunday, 26 Zulhijjah 1441 / 16 August 2020

Pertama dalam 100 Tahun, Australia Tutup Batas Internal

Senin 06 Jul 2020 12:31 WIB

Red: Friska Yolandha

Seorang perwira polisi mengarahkan mobil untuk pemeriksaan lebih lanjut di sebuah pos pemeriksaan di perbatasan negara bagian Queensland-New South Wales di Coolangatta di Gold Coast, Queensland, Australia, 01 Juli 2020. Queensland akan membuka perbatasannya dengan semua negara bagian dan teritori lain, kecuali Victoria, pada 10 Juli.

Seorang perwira polisi mengarahkan mobil untuk pemeriksaan lebih lanjut di sebuah pos pemeriksaan di perbatasan negara bagian Queensland-New South Wales di Coolangatta di Gold Coast, Queensland, Australia, 01 Juli 2020. Queensland akan membuka perbatasannya dengan semua negara bagian dan teritori lain, kecuali Victoria, pada 10 Juli.

Foto: EPA-EFE/DAN PELED
Penutupan antarnegara bagian New South Wales dan Victoria pernah terjadi pada 1919.

REPUBLIKA.CO.ID, SYDNEY -- Perbatasan antardua negara bagian terpadat penduduk di Australia akan ditutup pada Selasa (7/7). Kepala Pemerintahan Negara Bagian Victoria Daniel Andrews mengatakan penutupan dilakukan sampai batas waktu yang tak ditentukan menyusul wabah virus corona di negara itu.

Baca Juga

Keputusan itu menandai penutupan perbatasan pertama dalam kurun waktu 100 tahun dengan wilayah negara bagian New South Wales. Sebelumnya para pejabat menghentikan mobilitas antardua negara bagian itu pada 1919 ketika terjadi pandemi flu Spanyol.

Jumlah kasus Covid-19 di Melbourne, ibu kota Victoria, melonjak dalam beberapa hari belakangan sehingga mendorong otoritas untuk menerapkan perintah jaga jarak yang ketat di 30 kota pinggiran. Pihaknya juga akan memberlakukan penguncian menyeluruh di sembilan menara perumahan.

Melbourne melaporkan 127 kasus baru Covid-19 tadi malam, lonjakan harian tertinggi sejak pandemi mulai melanda. Pihaknya juga melaporkan satu kematian akibat Covid-19, yang pertama secara nasional dalam lebih dari dua pekan, sehingga totalnya menjadi 105.

"Ini menjadi seruan cerdas, seruan yang tepat untuk saat ini, mengingat tantangan signifikan yang kami hadapi dalam menekan virus ini," kata Andrews kepada wartawan di Melbourne, saat mengumumkan penutupan perbatasan.

Namun, penutupan itu sepertinya akan menjadi sebuah pukulan bagi pemulihan ekonomi Australia. Sebab, penutupan perbatasan antarnegara bagian itu menjerumuskannya ke dalam resesi pertama dalam hampir tiga dekade.

Andrews menyebutkan, langkah penutupan perbatasan, yang berlaku mulai pukul 23:59 waktu setempat pada Selasa, diputuskan bersama Perdana Menteri Scott Morrison dan Kepala Pemerintahan Negara BagianNew South Wales Gladys Berejiklian. Satu-satunya perbatasan internal lain Victoria, dengan negara bagian Australia Selatan, telah ditutup.

Australia bernasib baik ketimbang banyak negara lain yang menghadapi pandemi, dengan hanya 8.500 kasus sampai saat ini, tapi wabah Melbourne menimbulkan peringatan. Negara itu melaporkan rata-rata 109 kasus Covid-19 setiap hari selama sepekan terakhir, dibandingkan rata-rata hanya 9 kasus harian selama pekan pertama Juni.

sumber : Antara
BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA