Friday, 17 Zulhijjah 1441 / 07 August 2020

Friday, 17 Zulhijjah 1441 / 07 August 2020

Kalung Antivirus Corona, Kementan Diingatkan Fokus Tupoksi

Senin 06 Jul 2020 11:40 WIB

Rep: Febrianto Adi Saputro/ Red: Ratna Puspita

Kementan bekerja sama dengan perusahaan swasta untuk memproduksi kalung antivirus dari eucalyptus

Kementan bekerja sama dengan perusahaan swasta untuk memproduksi kalung antivirus dari eucalyptus

Foto: Kementan
Legislator menilai lucu jika Kementan ikut mengurusi pembuatan obat.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Anggota Komisi IX DPR Rahmad Handoyo meminta agar Kementerian Pertanian (Kementan) fokus pada tugas pokok dan fungsinya (tupoksi), yakni pendistribusian pangan, stabilitas harga pangan, dan menjami stok pangan. Terkait inovasi kalung antivirus corona yang akan diproduksi massal oleh Kementan, Rahmad meminta agar Kementan berkoordinasi dengan Kementerian Kesehatan (Kemenkes) dan Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19.

Baca Juga

"Intinya fokus pada tugas pokok dan fungsi dari Kementan terkait dengan pangan, peternakan dan lain-lain. Kalau soal covid ayo sama-sama perang melawan covid, seluruh pihak. Di bidang pertanian ayo lawan corona dengan  menyediakan pangan yang tersedia, stok tersedia, harga pangan yang tersdia, dan kesejahteraan petani juga tetap terjamin," kata Rahmad kepada Republika.co.id, Senin (6/7).

Ia menilai lucu jika Kementan ikut mengurusi pembuatan obat. Karena itu, ia berharap agar Kementan bisa menyerahkan hal terkait pembuatan obat kepada stakeholder yang ada. 

"Tapi kalau (Kementan) ternyata membuat obat, berhasil untuk pembuatannya, serahkan kepada stakeholder yang berkaitan dengan ini bukan kepada Kementan," ungkapnya.

Kendati demikian, politikus PDIP tersebut mengapresiasi upaya Kementan yang ikut memikirkan penyelesaian Covid-19. Menurutnya, gotong royong sangat diperlukan di tengah situasi saat ini.

"Ayo bergotong royong tangani covid tapi sesuai dengan tupoksinya. Kalau Kementan ya bagaimana tupoksinya untuk tetep terjaga stok pangan  di masa pandemi,  harga pangan tetap terjaga, kemudian kesejahteraan dari sisi pertanian terjaga, itu menjadi salah satu kata kuncinya. Silakan berpikir tapi sesuai tupoksinya," ungkapnya.

Beberapa waktu lalu Kementerian Pertanian resmi meluncurkan inovasi antivirus berbasis eucalyptus. Itu merupakan hasil inovasi Balitbangtan dan telah berhasil mendapatkan hak patennya.

Kementan juga menggandeng PT Eagle Indo Pharma untuk pengembangan dan produksinya secara massal. Penandatanganan perjanjian Lisensi Formula Antivirus Berbasis Minyak Eucalyptus antara perwakilan Balitbangtan dan PT Eagle Indo Pharma (Cap Lang) dilaksanakan di Bogor pada pertengahan Mei 2020. 

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA