Friday, 17 Zulhijjah 1441 / 07 August 2020

Friday, 17 Zulhijjah 1441 / 07 August 2020

Kisah Pemasar Mikro BRI Salurkan KUR Saat Pandemi

Senin 06 Jul 2020 10:29 WIB

Red: Hiru Muhammad

BRI  tengah fokus untuk menjaga keberlanjutan usaha para pelaku UMKM. Atas dasar tersebut, BRI terus menyalurkan Kredit Usaha Rakyat (KUR) untuk menjaga roda perekonomian terus berputar.

BRI tengah fokus untuk menjaga keberlanjutan usaha para pelaku UMKM. Atas dasar tersebut, BRI terus menyalurkan Kredit Usaha Rakyat (KUR) untuk menjaga roda perekonomian terus berputar.

Foto: BRI
Tingkat kepatuhan debitur membayar kewajiban ke bank cukup baik

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA--Upaya penyelamatan sektor usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) dari dampak pandemi virus corona (Covid-19) melalui restrukturisasi kredit serta penyaluran kredit kepada sektor produksi yang dilaksanakan oleh PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk, tak lepas dari peran pemasar mikro BRI (Mantri).

Mantri BRI turut andil dalam membantu pelaku UMKM yang terdampak Covid-19 mendapatkan restrukturisasi kredit, karena mereka perpanjangan tangan BRI di lapangan,sehingga mampu menjangkau nasabah dan debitur hingga ke pelosok negeri.

Peran dan kontribusinyata tenaga Mantri BRI dalam mendukung relaksasi kredit bagi para pelaku UMKM setidaknya dibuktikan oleh Susilowati (33), perempuan asal Ngawen, Klaten, Jawa Tengah.

Susilowati telah menekuni profesi sebagai Mantri BRI sejak 2016 lalu dan saat ini bertugas di BRI Unit Karang Wuni, Kantor Cabang Klaten Jawa Tengah. Susilowati merupakan satu dari hampir 28 ribu Mantri yang saat ini dimiliki oleh BRI.

"Ada banyak sekali debitur yang ikut restrukturisasi. Kurang lebih 220-an orang da nmereka tidak ada pemasukan karena Corona. Rata-rata usaha mereka pedagang di pasar malam. Mereka sangat terbantu dengan relaksasi ini, apalagi debitur KUR," ujar Susilowati ketika dihubungi, Rabu (24/6).

Susilowati membantu para debitur tersebut mendapatkan keringanan berupa penurunan suku bunga dan perpanjangan jangka waktu kredit. "Jadi tetap bayar bunga selama 6 bulan, terus nanti setelah 6 bulan bayar normal. Jadi mundur 6 bulan saja," katanya.

Pandemi Corona yang mewabah tak menyurutkan semangat Susilowati untuk menjalankan tugasnya sebagai Mantri. Dengan tetap mengikuti protokol kesehatan yang dianjurkan oleh Pemerintah dan tempatnya bekerja, diatetap menyapa para nasabah dan debitur melalui sambungan telepon.

Meskipun rata-rata debiturnya adalah pedagang kecil dan pelaku industri benang, Susilowat imengakui mereka tidak keberatan untuk membayar bunga pinjaman di tengah ekonomi yang tidak menentu. Hal ini karena mayoritas debitur sudah cukup sadarakan pentingnya menjaga nama baik dan BI checking tetap terjaga. Tingkat kepatuhan mereka untuk membayar kewajiban terhadap bank cukup baik, dengan harapan kedepannya dapat mengajukan pembiayaan lagi.

"Dalam sehari saya mengunjungi 5 nasabah atau debitur. Di tengah kondisi saat ini, kami tetap menawarkan KUR ke pedagang-pedagang agar perekonomian tetap berjalan. Saya mengutamakan nasabah baru itu dari rekomendasi nasabah lama." Imbuhnya.

Wabah Corona yang belum berakhir membuat Susilowati lebih selektif dalam memasarkan KUR yaitu menyasar pelaku usaha yang masih memiliki prospek dan tidak terpengaruh dari dampak Covid-19, seperti pelaku usaha pangan (makanan)dan pertanian.

Dalam menjalankan pekerjaannya, Susilowati mengaku berupaya mengedukasi nasabah dan debitur mengenai produk keuangan dan layanan transaksi digital BRI. Dukungan teknologi berupa aplikasi BRISPOT dinilai Susilowati cukup membantu dirinya dalam menjalankan tugasnya sebagai Mantri."Saya berharap semoga Covid-19 cepat berlalu, perekonomian membaik, UMKM terus tetap tumbuh, kembali produksi seperti sebelumnya," tutur Susilowati.

 

 

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA