Monday, 20 Zulhijjah 1441 / 10 August 2020

Monday, 20 Zulhijjah 1441 / 10 August 2020

Nick Cordero Meninggal Setelah Berjuang Lawan Covid-19

Senin 06 Jul 2020 09:29 WIB

Rep: Umi Nur Fadhilah/ Red: Reiny Dwinanda

Aktor Broadway Nick Cordero meninggal setelah 13 pekan dirawat karena Covid-19.

Aktor Broadway Nick Cordero meninggal setelah 13 pekan dirawat karena Covid-19.

Foto: EPA
Nick Cordero mengalami komplikasi serius dalam perjuangannya melawan Covid-19.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Aktor broadway, Nick Cordero meninggal setelah berjuang melawan infeksi virus corona, Ahad (5/7). Cordero meninggal pada usia 41 tahun.

"Tuhan memiliki malaikat lain di surga. Suamiku tersayang meninggal pagi ini," tulis sang istri Amanda Kloots mengonfirmasi di Instagram dilansir di USA Today, Senin (6/7).

Baca Juga


Kloots menjelaskan, suaminya meninggal dengan dikelilingi keluarga di rumah sakit. Kloots belum bisa menerima kepergian suaminya. Hatinya begitu sakit membayangkan hidup tanpa Cordero.

“Nick adalah cahaya yang sangat terang,” ujar dia.

Cordero dirawat di Cedars-Sinai Medical Center di Los Angeles sejak akhir Maret. Awalnya, dia didagnosis mengalami pneumonia. Tes virus corona pertama menunjukkan hasil negatif, tetapi tes berikutnya menunjukkan positif untuk Covid-19.

Selama 13 pekan, Cordero menghadapi banyak komplikasi serius, termasuk amputasi kaki, infeksi paru-paru, dan pemasangan alat pacu jantung sementara. Aktor kelahiran Kanada itu mendapat nominasi Tony Award pada 2014 untuk perannya dalam Bullets Over Broadway dan juga membintangi produksi Rock of Ages, Waitress, dan A Bronx Tale.

Kloots rutin berbagi informasi tentang perkembangan pemulihan Cordero kepada pengikutnya di media sosial. Para penggemar berdansa dengan lagu “Live Your Life” mendukung perjuangan sang aktor ketika terbaring koma. Mereka juga menyelipkan tagar #WakeUpNick, #OffTheVent, atau #CodeRocky.

Cordero sempat menunjukkan tanda-tanda membaik, tapi komplikasi akibat Covid-19 membuatnya memerlukan banyak penanganan. Bintang Broadway itu sadar pada Mei, setelah berbulan-bulan koma.

Saat itu, Kloots mengatakan, suaminya masih belum bisa bergerak atau berbicara hingga pertengahan Juni. Cordero dikabarkan mengalami penurunan berat badan signifikan karena atrofi otot.

“Dia tidak bisa bicara karena ventilator. Dia sangat lemah. Dia masih tidak bisa bergerak dan otot-ototnya pasti berhenti berkembang. Dia kehilangan 65 pound,” tulis Kloots.

Sejak Cordero dirawat di rumah sakit hingga 19 Juni, Kloots tak dapat mengunjunginya karena pembatasan virus corona. Sebagai gantinya, dia melihat sang suami melalui FaceTime yang difasilitasi perawat di rumah sakit.

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA