Senin 06 Jul 2020 05:49 WIB

Pemprov DKI Gandeng Perusahaan Rintisan Dorong UMKM

Toko Talk dapat membantu UKM di DKI Jakarta agar bisa berjualan secara daring.

Usaha kecil dan menengah/UKM (ilustrasi)
Foto: Antara/Andika Wahyu
Usaha kecil dan menengah/UKM (ilustrasi)

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Pemerintah Provinsi DKI Jakarta melalui program Jakpreneur menggandeng perusahaan rintisan niaga-el pembangun laman web, Toko Talk untuk mendorong usaha kecil dan menengah (UKM) berjualan secara daring.

Melalui pelatihan daring dengan Toko Talk, Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (PPKUKM) DKI Jakarta ingin mematahkan asumsi sebagian besar para pelaku UKM bahwa bisnis daring itu sulit. Apalagi dilakukan selama masa pandemi Covid-19.

“Platform TokoTalk saya rasa akan sangat membantu mereka dalam memulai 'go online'," kata Pendamping Kewirausahaan Sudin PPKUKM Jakarta Utara Yusuf Aziz, Ahad (5/7).

Harapannya, bisnis mereka bisa bertahan di kala pandemi ini dan juga semakin berkembang bahkan setelah pandemi berakhir dan keadaan kembali normal.

Dinas PPKUKM DKI Jakarta mengidentifikasi setidaknya ada 13.336 pedagang UKM di Jakarta yang terdampak pandemi Covid-19. Lapak berjualan mereka terpaksa tutup selama berlangsungnya PSBB.

“Usaha kan harus tetap jalan walau di masa pandemi meskipun lapaknya mereka tutup, salah satu caranya kami dorong mereka berjualan daring," katanya.

Namun para pedagang masih banyak yang belum familiar dengan dunia daring, terutama niaga-el. Menurut Yusuf, para pedagang butuh bimbingan dan pelatihan yang sifatnya aplikatif, seperti yang disediakan oleh Toko Talk saat ini.

Pelatihan tersebut juga ditujukan bagi masyarakat yang belum mulai berjualan sehingga bisa memberi ide dan panduan untuk mereka mulai berjualan daring (online).

Kolaborasi berbentuk pelatihan daring diadakan pada Kamis 2 Juli 2020 lewat aplikasi telekonferensi kepada ratusan pedagang yang mengikuti pelatihan dari rumah mereka masing-masing.

Pelatihan daring bersama Toko Talk tersebut merupakan pelatihan ke-11 dalam beberapa minggu terakhir, yang diadakan dalam program Jakpreneur.

Dalam sesi pelatihan daring Kamis lalu, pedagang diajarkan bagaimana menjual produk mereka secara daring, termasuk membuat laman web dengan cara yang mudah dan sangat terjangkau.

Head of Business Development Toko Talk Kemas Antonius mengatakan, sangat penting untuk membantu dan gotong-royong memajukan bisnis daringdi masa sulit. Mereka (pelaku UKM) butuh dibimbing dan dibantu dengan platform yang mudah digunakan.

"TokoTalk sangat cocok untuk para pedagang karena mudah digunakan, bahkan hanya bermodalkan ‘klik’ saja untuk bisa memiliki laman web," ujar Kemas.

Dia berharap melalui kolaborasi dan pelatihan tersebut, Toko Talk dapat membantu UKM di DKI Jakarta agar bisa berjualan secara daring dan supaya bisa bertahan bahkan lebih maju di masa pandemi kali ini.

sumber : Antara
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement