Saturday, 25 Zulhijjah 1441 / 15 August 2020

Saturday, 25 Zulhijjah 1441 / 15 August 2020

Negara-Negara Arab Alami Lonjakan Covid-19 Usai Pelonggaran

Ahad 05 Jul 2020 23:38 WIB

Red: Nashih Nashrullah

Sejumlah negara Arab alami lonjakan Covid-19 usai pelonggaran jam malam. Virus corona (ilustrasi).

Sejumlah negara Arab alami lonjakan Covid-19 usai pelonggaran jam malam. Virus corona (ilustrasi).

Foto: www.freepik.com
Sejumlah negara Arab alami lonjakan Covid-19 usai pelonggaran jam malam.

REPUBLIKA.CO.ID, DUBAI— Jumlah kasus positif COVID-19 di Arab Saudi dan Uni Emirat Arab (UEA) naik setelah dua negara dengan perekonomian terbesar di Teluk Arab itu mencabut jam malam bulan lalu.

Baca Juga

Kasus positif di Arab Saudi saat ini telah melampaui angka 200 ribu, sementara di Uni Emirat Arab mencapai 50 ribu jiwa. Dua negara dengan perekonomian terbesar di Teluk Arab itu telah menerapkan pembatasan aktivitas sejak pertengahan Maret. Otoritas dua negara telah mencabut pembatasan secara bertahap sehingga tempat usaha dan fasilitas umum dapat kembali buka.

Sementara itu, negara-negara lain di Teluk Arab juga mulai melonggarkan aturan pembatasan. Namun, Kuwait masih memberlakukan jam malam sebagian. Akan tetapi, Qatar, Bahrain, dan Oman tidak menetapkan jam malam.

Arab Saudi, negara dengan kasus positif tertinggi jika dibandingkan dengan enam negara di Teluk Arab, mengumumkan 4.100 kasus baru pada Jumat (3/7) sehingga total pasien mencapai 205.929 dan 1.858 di antaranya meninggal dunia.

Jumlah korban jiwa harian sempat naik sampai di atas 4.000 pada pertengahan Juni, tetapi angkanya saat ini telah turun.

Uni Emirat Arab melaporkan lebih dari 600 kasus baru, Jumat, dan lebih dari 700 kasus baru, Sabtu, sehingga total pasien positif mencapai 50.857 dan 321 di antaranya meninggal dunia. 

Beberapa hari terakhir, kasus harian di Uni Emirat Arab juga turun dari 900 pasien pada pertengahan Mei menjadi 300-400 pasien.

Dubai, pusat bisnis dan pariwisata di Uni Emirat Arab, akan kembali menerima warga asing pada 7 Juli. Walaupun demikian, kebijakan itu belum diterapkan secara menyeluruh di Uni Emirat Arab. Otoritas setempat tidak menyediakan data lengkap kasus positif Covid-19 di masing-masing wilayah.

Kasus positif Covid-19 harian di Qatar telah turun dari 2.000 pasien pada akhir Mei sampai 500, Sabtu (4/7), sehingga total kasus positif hampir mencapai 100 ribu jiwa.

Qatar sempat melaporkan kasus positif harian tertinggi di kawasan. Sementara itu di Oman, Menteri Kesehatan Ahmed bin Mohammed Al Saidi pada Kamis (2/7) mengatakan jumlah kasus positif naik dalam enam minggu terakhir. Ia meminta warga untuk mematuhi protokol kesehatan.

Iran, pusat penyebaran Covid-19 di Timur Tengah, pada Sabtu (4/7) melaporkan jumlah pasien positif mencapai 237.878 jiwa dan 11.408 di antaranya meninggal dunia. Pemerintah Iran telah memberlakukan aturan kesehatan baru untuk menekan penyebaran virus.

 

 

 

sumber : Antara
BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA