Saturday, 18 Zulhijjah 1441 / 08 August 2020

Saturday, 18 Zulhijjah 1441 / 08 August 2020

Studi Baru akan Meneliti Cara Penyebaran Covid-19 Lewat Anak

Ahad 05 Jul 2020 23:33 WIB

Rep: Desy Susilawati/ Red: Qommarria Rostanti

Covid-19 (ilustrasi).

Covid-19 (ilustrasi).

Foto: www.freepik.com
Informasi ini penting terutama terkait keputusan kebijakan pembukaan kembai sekolah.

REPUBLIKA.CO.ID, CALGARY -- Peneliti University of Calgarymemimpin penelitian di Amerika Utara. Penelitian tersebut bertujuan untuk membuka beberapa misteri seputar bagaimana anak-anak menyebarkan virus yang menyebabkan Covid-19.

Informasi ini dinilai penting terutama saat mengambil keputusan kebijakan seputar pembukaan kembali sekolah. Studi ini akan melibatkan 1.600 anak-anak yang ada di 20 unit gawat darurat di Kanada dan Amerika Serikat (AS). Sebanyak 400 anak-anak yang dites positif SARS-CoV-2 tapi tidak memiliki gejala diikuti dan dibandingkan dengan kelompok 1.200 anak-anak yang dites negatif Covid-19.

Menurut profesor pediatri dan kedokteran darurat University of Calgary, dr Stephen Freedman, anak-anak dengan virus sering memiliki gejala ringan atau bahkan tidak sama sekali. "Tantangannya adalah anak-anak ini dapat menularkan infeksi dan kami berusaha memahami seberapa besar kemungkinan mereka menularkannya," ujarnya seperti dilansir di laman CBC, Ahad (5/7).

Freedman juga bekerja di Rumah Sakit Anak Alberta, yang merupakan lokasi utama untuk penelitian ini. Salah satu pertanyaan mendasar adalah seberapa besar kemungkinan anak-anak menyebarkan virus kepada kakek-nenek atau kelompok yang memiliki sistem kekebalan tubuh lemah. Mereka adalah kelompok dengan risiko tertinggi untuk rawat inap dan kematian.

Anak-anak dalam penelitian ini akan diikuti untuk melihat apakah mereka terus mengembangkan gejala, siapa lagi yang ada di rumah dan kelompok kontak dekat mereka yang sakit, serta apa peran jumlah virus yang terdeteksi dalam tes awal yang berperan di dalamnya.

Menurut Freedman, jika anak-anak menularkan virus ke orang lain di sekolah tetapi tidak ada dari mereka yang menularkannya ke anggota keluarga lain di rumah, itu akan meyakinkan. "Penularannya kemungkinan tidak berpindah dari anak ke rumah, tetapi lebih mungkin dari rumah ke anak," ujatnya.

"Hal itu juga menyiratkan bahwa meskipun penularan itu terjadi di sekolah, tidak terlalu mempedulikan pengasuh rumah tangga dan untuk populasi yang lebih luas," kata dia lagi.

Jika di sisi lain anak-anak menyebarkan virus ke anak-anak lain di sekolah yang pada gilirannya menularkannya kepada anggota keluarga mereka di rumah, itu akan mengkhawatirkan. "Itu akan sangat mengkhawatirkan untuk konteks pembukaan sekolah dan bagaimana kami mengelola potensi risiko di sekolah," kata Freedman.

Studi University of Calgary yang didanai oleh Institut Penelitian Kesehatan Kanada itu diharapkan akan dimulai dalam dua pekan ke depan. Freedman mengatakan beberapa data awal kemungkinan akan tersedia sebelum awal tahun ajaran baru. Para peneliti akan membagikan temuan mereka dengan pemerintah serta kelompok kerja Organisasi Kesehatan Dunia.




BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA