Thursday, 23 Zulhijjah 1441 / 13 August 2020

Thursday, 23 Zulhijjah 1441 / 13 August 2020

Belajar dari Adukan Rendang Gordon Ramsay

Rabu 08 Jul 2020 01:37 WIB

Red: Joko Sadewo

Nora Azizah

Nora Azizah

Foto: istimewa
Gordon Ramsay berhasil masak rendang meski harus berguru pada William Wongso.

REPUBLIKA.CO.ID, oleh: Nora Azizah*

Bagi chef kenamaan dunia Gordon Ramsay, masak steak bukan hal sulit. Atau, beef wellington, daging berbalut pie yang membuat nama Ramsay melejit juga bukan perkara sulit baginya. Namun, apa jadinya saat Ramsay harus masak rendang?

Rendang mungkin hanyalah makanan tradisional biasa. Tampilannya tidak secantik steak di restoran mahal, atau beef wellington buatan Ramsay. Cara memasaknya pun tak perlu memakai jenis wajan yang harganya menjulang.

Tapi, siapa sangka bila seorang Gordon Ramsay cukup tertarik memasak rendang. Ia bahkan sampai menelusuri Sumatra Barat demi mendapatkan bumbu rendang yang paling 'sempurna'.

Ramsay yang membawa rombongan program Uncharted ke Sumatra Barat (Sumbar) ini memang diberikan tantangan oleh William Wongso untuk memasak rendang. Tak tanggung-tanggung, adukan rendang Ramsay dan Wongso akan disajikan langsung ke piring Gubernur Sumbar.

Ramsay dan Wongso pun adu kebolehan. Keduanya memasak rendang dengan dua cara berbeda. Wongso memasak rendang dengan cara tradisional, yakni dimasak selama delapan jam.

Sementara, Ramsay memasak rendang dengan caranya sendiri. Ia menggunakan bahan daging bagian tenderloin yang jarang digunakan untuk rendang. Sebelum dimasak, daging dibakar terlebih dahulu.

Dalam sebuah video dari CNBC di Youtube, koki yang juga juri Masterchef ini mengaku, rendang memang membuatnya takjub. Ia cukup kaget masyarakat minang bisa memasak daging selama delapan hingga 10 jam namun rasanya tetap empuk.

'Bila saya disuruh masak rendang sebelum pergi ke Indonesia, mungkin saya akan memasaknya dalam waktu dua sampai tiga jam saja. Tapi rendang adalah daging yang terkaramelisasi dimasak sampai berwarna hitam. Saya berpikir soal rasanya, tetapi saat dimakan, ia (rendang) meleleh di mulut,'.

Begitulah kira-kira penilaian Ramsay saat menjabarkan rendang. Ia pun mengakui rendang sebagai makanan yang hebat karena tak perlu masuk ke dalam lemari pendingin saat menyimpannya.

Mungkin Ramsay memang berhasil memasak rendang. Tapi, dalam prosesnya, ia kembali menjadi seorang 'murid baru' yang berguru pada Wongso.

Apa yang dilakukan koki ternama ini hendaknya menjadi pelajaran pula bagi kita bangsa Indonesia. Bila orang asing saja tertarik dan mengagumi makanan nusantara, bagaimana dengan kita?

Memulai belajar masak di rumah cobalah melirik menu-menu nusantara terlebih dahulu sebelum coba-coba masakan dari negara lain. Bukan tak boleh menambah khazanah makanan non nusantara di meja makan rumah. Namun, jangan lupakan menu nusantara.

Bila tak tertarik masak rendang, mungkin bisa mencoba gudeg khas Jogja, atau empal gentong asal Cirebon. Atau, bila ingin yang lebih mudah, cobalah cari menu tradisional Indonesia lain yang bisa dipelajari.

Mungkin belajar memasak makanan tradisional adalah hal yang sederhana. Tetapi keahlian memasak kita sangat mungkin kita turunkan pada anak atau cucu di kemudian hari. Ayo masak di rumah!.


*) Penulis adalah jurnalis republika.co.id

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA