Thursday, 16 Zulhijjah 1441 / 06 August 2020

Thursday, 16 Zulhijjah 1441 / 06 August 2020

Jabar Gencar Lacak Kontak Erat Pasien Covid-19

Ahad 05 Jul 2020 14:57 WIB

Rep: Arie Lukihardianti/ Red: Teguh Firmansyah

Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil (Emil).

Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil (Emil).

Foto: ABDAN SYAKURA/REPUBLIKA
Emil menilai keberhasilan mengendalikan Covid salah satunya melakukan pelacakan.

REPUBLIKA.CO.ID, BANDUNG -- Gugus Tugas Percepatan Penanggulangan Covid-19 Jawa Barat (Jabar) intens melacak kontak pasien positif Covid-19. Menurut Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanggulangan Covid-19 Jabar Ridwan Kamil, pelacakan kontak amat penting dalam memutus rantai penyebaran COVID-19 sekaligus mencegah ledakan jumlah kasus baru.

Ridwan Kamil mengatakan, konsistensi pelacakan kontak yang dilakukan pihaknya menjadi salah satu faktor sebaran SARS-CoV-2 di Jabar terkendali.

"Setiap satu yang kena dan satu meninggal karena Covid-19, itu lingkungan keluarga, temannya, semuanya contact tracing. Itu jadi sudah jadi standar prosedur gugus tugas. Makanya (sebaran Covid-19) agak terkendali karena kami agresif (dalam pelacakan kontak)," ujar Ridwan Kamil yang akrab disapa Emil akhir pekan ini.

Menurut Wakil Sekretaris Gugus Tugas Percepatan Penanggulangan COVID-19 Jabar sekaligus Kepala Dinas Kesehatan Jabar Berli Hamdani, menemukan orang yang pernah kontak dengan pasien positif adalah upaya strategis guna menyetop penularan. "Pelacakan kontak didahului dengan mengidentifikasi kontak erat selama 14 hari ke belakang dari dilakukannya swab test. Empat belas hari ini dianggap sebagai masa inkubasi terpanjang COVID-19," ujar Berli di Kota Bandung, akhir pekan ini.

Berli mengatakan, setiap orang yang diketahui berkontak dengan pasien positif Covid-19 akan dites dan diminta mengisolasi diri. Namun, melacak kontak pasien terkonfirmasi positif bukan hal mudah. Salah satu kendala adalah memastikan semua kontak erat terindentifikasi by name by address.

"Komunikasi dengan kontak kunci atau orang yang paling mengetahui dengan siapa saja dan kapan terjadi kontak jadi kendala kami. Begitu juga kecepatan dan ketepatan penetapan kontak," katanya.

Menurut Berli, komunikasi yang efektif dan persuasif, amat penting untuk menyelesaikan kendala dalam pelacakan kontak. Indentifikasi pun mesti dilakukan secara sistematis berdasarkan kronologis kejadian.  "Saat ini, rasio pelacakan kontak Jabar ada di angka 25,12. Kami juga terus meningkatkan pelacakan kontak yang disertai dengan tes, baik rapid test maupun swab test," katanya.

Dalam pelacakan kontak, gugus tugas provinsi melibatkan banyak pihak. Mulai dari TNI/Polri, Satpol PP, gugus tugas kabupaten/kota, trisula desa, pegawai kelurahan, sampai relawan. Keterlibatan banyak pihak diharapkan dapat meningkatkan rasio pelacakan kontak di Jabar supaya rantai penyebaran Covid-19 dapat diputus.




Baca Juga

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA