Friday, 24 Zulhijjah 1441 / 14 August 2020

Friday, 24 Zulhijjah 1441 / 14 August 2020

Manfaat Olahraga Lari

Ahad 05 Jul 2020 09:54 WIB

Rep: Shelbi Asrianti/ Red: Muhammad Hafil

Manfaar Olahraga Lari. Foto: Warga saat berolahraga di lintasan lari Lapangan Sempur, Kota Bogor, Jawa Barat, Senin (12/11).

Manfaar Olahraga Lari. Foto: Warga saat berolahraga di lintasan lari Lapangan Sempur, Kota Bogor, Jawa Barat, Senin (12/11).

Foto: Republika/Putra M. Akbar
Olahraga memiliki manfaat kesehatan untuk otak.

REPUBLIKA.CO.ID,JAKARTA -- Ingin menekan stres dan menjernihkan pikiran agar bisa menemukan solusi untuk masalah-masalah rumit dalam hidup? Berlari bisa membantu semua itu, tapi tentunya bukan "lari dari kenyataan" alias menghindari konflik yang ada.

Pakar neurosains Ben Martynoga dari Edinburgh mengatakan, olahraga lari membantu meningkatkan kesehatan mental dan punya sederet dampak positif bagi otak. Berikut beberapa di antaranya, seperti dikutip dari laman Coach Mag.

Baca Juga

Menekan stres
Martynoga mengutip hasil studi Institut Karolinska di Swedia tentang zat kimia kynurenine yang sering dikaitkan dengan stres psikologis. Berlari dan olahraga aerobik diketahui mengaktivasi enzim khusus pada otot yang bisa menekan jumlah kynurenine dalam tubuh.

Memperbaiki suasana hati
Melakukan olahraga lari memicu otak memproduksi bahan kimia endocannabinoid dan endorfin. Itu sebabnya suasana hati seseorang cenderung membaik setelah joging atau berlari, walaupun mereka mengalami kelelahan secara fisik.

Menjernihkan pikiran
Martynoga bersama brand produk lari Saucony melakukan eksperimen mengenai efek lari untuk menjernihkan pikiran. Hasilnya, para peserta cenderung berpikir lebih jernih, mampu menyingkirkan gangguan dari benak, dan merasa lebih baik setelah berlari.

Lebih fokus
Salah satu efek berlari sama seperti meditasi, yaitu membuat seseorang lebih fokus dan konsentrasi. Seseorang lebih sadar dengan sensasi yang dirasakan tubuh, tergerak untuk berada pada momen "saat ini", dan memikirkan langkah selanjutnya.

Meningkatkan kreativitas
Menurut penelitian, proses kreativitas terjadi pada bagian otak 'tak sadar' ketika seseorang sibuk mengerjakan aktivitas ringan lainnya. Itu sebabnya banyak orang menganggap ide hebat sering datang begitu saja di saat tak terduga.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA