Monday, 20 Zulhijjah 1441 / 10 August 2020

Monday, 20 Zulhijjah 1441 / 10 August 2020

Kesehatan Manusia Juga Dipengaruhi oleh Kondisi Alam

Ahad 05 Jul 2020 05:59 WIB

Rep: Adysha Citra Ramadani/ Red: Reiny Dwinanda

Deforestasi hutan di Papua. Berkurangnya tutupan hutan juga dapat berpengaruh pada kesehatan manusia, salah satunya meningkatkan insiden malaria.

Deforestasi hutan di Papua. Berkurangnya tutupan hutan juga dapat berpengaruh pada kesehatan manusia, salah satunya meningkatkan insiden malaria.

Foto: ANTARA FOTO
Untuk menjaga kesehatan manusia, alam juga harus dijaga.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Ketika bicara mengenai cara mewujudkan kesehatan, sebagian orang mungkin berpikir mengenai tenaga kesehatan, rumah sakit, atau obat-obatan. Ternyata, pelayanan medis bukanlah satu-satunya faktor yang berperan dalam menciptakan kesehatan di tengah masyarakat.

Studi mengungkapkan bahwa pelayanan medis memiliki peran sebesar 20 persen dalam "memproduksi" kesehatan di tengah masyarakat. Sekitar 20 persen dari kesehatan masyarakat juga ditentukan oleh perilaku.

Faktor genetik juga berperan sekitar LIMA persen dalam menentukan kesehatan masyarakat. Lalu, faktor apa yang paling dominan?

"Sebanyak 55 persen dari lingkungan dan sosial," ungkap Senior Public Health Adviser Alam Sehat Lestari (ASRI) drg Monica R Nirmala dalam webinar "Covid-19: Kita dan Alam" yang diselenggarakan oleh Yayasan ASRI.

Monica yang meraih gelar master of public health (MPH) dari Harvard University itu mengatakan kehidupan manusia yang tidak seimbang dengan alam bisa berakibat buruk pada keselamatan manusia itu sendiri. Ada beberapa studi yang telah mengungkapkan kaitan antara kondisi alam dengan kesehatan manusia.

Di Indonesia, SATU persen penurunan tutupan hutan bisa meningkatkan 10 persen insiden malaria. Studi pada 2018 juga mengungkapkan bahwa bayi pertama dari ibu yang mengalami kerusakan hutan pada masa kehamilannya memiliki risiko kematian akibat malaria yang lebih tinggi dibandingkan bayi-bayi yang dilahirkan setelahnya.

Selain itu, laporan Pollution and Health Metrics pada 2019 juga mengungkapkan dampak besar polusi bagi kesehatan. Dalam laporan tersebut dinyatakan bahwa polusi membunuh 230 ribu orang setiap tahun di Indonesia.

Keterkaitan antara kesehatan manusia dan lingkungan atau alam dikenal sebagai planetary health. Monica mengatakan planetary health adalah sebuah konsep, sebuah gerakan serta sebuah kesadaran bahwa manusia tidak bisa hidup aman dan sehat tanpa lingkungan hidup yang sehat.

Mengingat manusia dan alam saling terkait, penting bagi manusia untuk menjaga alam. Monica mengatakan, apa yang baik bagi alam akan membawa kebaikan pula bagi manusia.

"Dan apa yang menyakiti alam itu sebetulnya membawa penyakit bagi kita juga," jelas Monica.


Baca Juga

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA