Sunday, 19 Zulhijjah 1441 / 09 August 2020

Sunday, 19 Zulhijjah 1441 / 09 August 2020

Pertamina Gelar Uji Emisi Gratis

Sabtu 04 Jul 2020 22:19 WIB

Rep: Intan Pratiwi/ Red: Gita Amanda

Pemilik kendaraan bermotor memperlihatkan hasil uji emisi, (ilustrasi).

Pemilik kendaraan bermotor memperlihatkan hasil uji emisi, (ilustrasi).

Foto: Antara/Irwansyah Putra
Pertamina mengajak konsumen berkontribusi menciptakan udara bersih

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Untuk mendukung kualitas udara bersih, PT Pertamina mengajak konsumen berkontribusi menciptakan udara bersih, dengan memberikan uji emisi gratis bagi pelanggan SPBU.

Uji emisi gratis berlangsung di di SPBU 3110701 di Jalan Industri Raya Kemayoran, Jakarta Pusat, Sabtu (4/7), pada pukul 09.00-13.00 WIB.

Bersama Dinas Lingkungan Hidup Provinsi DKI Jakarta, Pertamina menargetkan konsumen kendaraan roda dua dan roda empat, yang membeli BBM apapun di SPBU dengan menunjukkan struk transaksi.

Unit Manager Communication Relations & CSR Marketing Operation Region (MOR) III Pertamina Dewi Sri Utami mengatakan, program ini sebagai upaya Pertamina mendorong masyarakat memperhatikan kondisi emisi gas buang kendaraan milik mereka.

"Proses pembakaran bahan bakar kendaraan bermotor menghasilkan banyak senyawa berbahaya yang dapat berakibat pada kesehatan tubuh," kata Dewi dalam siaran pers, Sabtu (4/7).
 
"Karena itu, melalui uji emisi ini, kami mengajak masyarakat bersama-sama mewujudkan udara Jakarta lebih bersih dengan menggunakan bahan bakar dengan kandungan sulfur yang lebih sedikit, seperti Pertamax Series maupun Dex Series," ujarnya.

Uji emisi selain untuk menjaga kondisi kualitas udara, sekaligus berguna mengetahui kondisi kendaraan.

Menurut Yusiono, Kepala Bidang Pengendalian Dampak Lingkungan Dinas Lingkungan Hidup Provinsi DKI Jakarta, pihaknya mendukung penuh kegiatan ini. Sebab, emisi gas buang kendaraan bermotor berdampak hingga 75 persen terhadap pencemaran udara.

Dengan uji emisi, harapannya masyarakat mengetahui kondisi gas buang kendaraan milik mereka masih di ambang batas normal atau dalam kondisi membahayakan udara.

Baca Juga

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA