Wednesday, 4 Rabiul Awwal 1442 / 21 October 2020

Wednesday, 4 Rabiul Awwal 1442 / 21 October 2020

Masinton: Kegagapan Tangani Bencana Sejak Era Sebelumnya

Sabtu 04 Jul 2020 21:13 WIB

Rep: Febrianto Adi Saputro/ Red: Agus Yulianto

 Masinton Pasaribu

Masinton Pasaribu

Foto: ROL/Abdul Kodir
Gagapnya pemerintah dalam menangani pandemi Covid-19 saat ini lantaran belum adanya f

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Politikus PDIP Masinton Pasaribu mengakui, bahwa pemerintah saat ini gagap dalam menghadapi pandemi Covid-19. Menurutnya, kegagapan pemerintah dalam penanganan bencana saat ini telah terjadi sejak era pemerintahan sebelumnya.

"Contoh, kalau ada bencana di daerah, soalnya klasik, datanya berantakan, tidak pernah tepat sasaran, kemudian gerak cepat pelayanan pemerintahan lambat. Ini bukan hanya terjadi saat ini, tetapi pada era sebelumnya," kata Masinton, dalam diskusi daring, Sabtu (4/7).

Dirinya menganggap, gagapnya pemerintah dalam menangani pandemi Covid-19 saat ini lantaran belum adanya formula yang disebut dengan disaster management atau penanganan dalam situasi darurat. Skema besar itu yang menurutnya tidak dirancang oleh pemerintah sebelumnya.

"Persoalan (penanganan situasi darurat) ini kita memang tidak siap. Tata kelola pemerintahan kita, bukan hanya saat ini, ini sebagai puncak dari seluruh persoalan yang memang kita gagap dalam menangani itu," ujarnya.

Tidak heran, imbuhhnya, jika Presiden Joko Widodo (Jokowi) marah lantaran lambatnya penanganan bencana Covid-19. Oleh karena, dia menganggap, skema besar terkait penanganan bencana perlu segera dibuat.

"Siapapun presidennya, kalau kita tidak buat skema besar, negara tidak buat satu langkah kedaruratan dalam situasi yang tidak kita duga sebelumnya, ya pasti berantakan. Seperti ini, ya kita menganggap semua normal, situasi hari ini dianggap normal padahal situasi nggak normal," ungkap anggota Komisi III DPR itu. 

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA