Sabtu 04 Jul 2020 17:05 WIB

PMI Yogyakarta Kekurangan Stok Darah

Persediaan darah di PMI Kota Yogyakarta semakin menipis

Petugas melakukan pengambilan darah pendonor saat kegiatan bakti sosial donor darah warga untuk membantu stok kantong darah Palang Merah Indonesia (PMI)
Foto: ANTARA/Makna Zaezar
Petugas melakukan pengambilan darah pendonor saat kegiatan bakti sosial donor darah warga untuk membantu stok kantong darah Palang Merah Indonesia (PMI)

REPUBLIKA.CO.ID, YOGYAKARTA - Persediaan darah di Unit Donor Darah PMI Kota Yogyakarta hingga awal Juni tidak mampu mencukupi permintaan darah. Oleh karena itu, PMI meminta masyarakat untuk mendonorkan darahnya.

“Sejak awal pekan, persediaan darah di PMI Kota Yogyakarta semakin menipis, khususnya untuk golongan darah A dan B,” kata Pimpinan PMI Kota Yogyakarta Lilik Kurniawan di Yogyakarta, Sabtu (4/7).

Menurut dia, berkurangnya persediaan darah di PMI Kota Yogyakarta sudah terjadi sejak April dan terus berlanjut hingga saat ini yang disebabkan berkurangnya kegiatan donor darah massal dan jumlah pendonor yang berkurang.

Padahal, lanjut dia, PMI Kota Yogyakarta harus selalu memiliki persediaan darah yang cukup karena kebutuhan darah tidak mengalami penurunan meskipun saat ini dalam masa pandemi Covid-19.

“Jumlah permintaan justru cenderung naik, sedangkan pendonor berkurang. Akibatnya, stok kami pun kadang-kadang kosong. Jika stoknya ada, jumlahnya sangat sedikit,” katanya.

Selama masa pandemi hingga saat ini, Lilik menyebut, jumlah pendonor darah di PMI Kota Yogyakarta berkurang hingga lebih dari 40 persen.

“Pengurangannya cukup banyak sehingga sangat mempengaruhi stok darah kami,” katanya.

Ia mengimbau pendonor untuk tetap mendonorkan darahnya di PMI dan tidak perlu khawatir tertular atau terinfeksi virus corona karena proses donor darah dilakukan dengan protokol kesehatan yang ketat.

“Jangan takut donor darah ke PMI. Kami menggunakan prosedur yang ketat untuk pencegahan penularan Covid-19,” katanya yang menyebut setiap pendonor akan diingatkan untuk mendonorkan darahnya kembali tiap 60 hari sekali.

Prosedur kesehatan yang dilakukan di antaranya, mengganti peralatan untuk tiap pendonor seperti handscoon.

“Kami pun tetap berupaya untuk menggelar donor darah massal dengan tetap memperhatikan protokol kesehatan secara ketat,” katanya.

sumber : Antara
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement