Tuesday, 21 Zulhijjah 1441 / 11 August 2020

Tuesday, 21 Zulhijjah 1441 / 11 August 2020

Harga Minyak Turun Dipicu Kekhawatiran Corona

Sabtu 04 Jul 2020 09:27 WIB

Red: Dwi Murdaningsih

Ilustrasi harga minyak mentah dunia.

Ilustrasi harga minyak mentah dunia.

Foto: EPA/Mark
Ada kekhawatiran permintaan minyak menurun karena pandemi corona.

REPUBLIKA.CO.ID, LONDON -- Harga minyak turun di bawah 43 dolar AS per barel pada akhir perdagangan Jumat waktu London atau Sabtu (4/7) WIB. Penurunan harga minyak dipicu kekhawatiran pertumbuhan permintaan bahan bakar bisa terhenti lantaran pandemi corona.

Namun, minyak mentah masih menuju kenaikan mingguan karena pasokan yang lebih rendah. Tanda-tanda pemulihan ekonomi yang lebih luas juga menjadi penopang harga minyak.

Minyak mentah berjangka Brent turun 38 sen atau 0,9 persen, menjadi 42,76 dolar AS per barel pada pukul (16.03 GMT). Sementara itu, West Texas Intermediate (WTI) turun 44 sen atau 1,1 persen menjadi 40,21 dolar AS per barel.

Perdagangan AS menjadi berkurang karena tidak ada perdagangan reguler untuk minyak berjangka pada Jumat (3/7) untuk liburan Hari Kemerdekaan di Amerika.

Amerika Serikat melaporkan lebih dari 55.000 kasus baru virus corona pada Kamis (2/7). Ini adalah rekor harian baru global untuk pandemi.

Meningkatnya kasus menunjukkan pertumbuhan lapangan kerja di AS, yang melonjak pada Juni, dapat mengalami kemunduran.

"Jika tren ini berlanjut, permintaan minyak di wilayah ini berisiko," kata Louise Dickson dari Rystad Energy.

Kedua acuan kontrak naik lebih dari dua persen pada Kamis (2/7), didukung oleh angka pekerjaan AS untuk Juni yang kuat dan penurunan persediaan minyak mentah AS. Brent masih di jalur untuk kenaikan mingguan sekitar empat persen.

Tanda-tanda pemulihan ekonomi dan penurunan pasokan setelah pemangkasan pasokan oleh Organisasi Negara-negara Pengekspor Minyak dan sekutu (OPEC+) membantu Brent naik lebih dari dua kali lipat dari level terendah. Harga minyak Brent pernah mencapai di bawah 16 dolar AS pada bulan April.

Pengajuan kebangkrutan pionir minyak serpih AS Chesapeake Energy juga mendukung harga dengan meningkatkan harapan produksi akan menurun. Permintaan bensin akan diawasi dengan ketat ketika Amerika Serikat memasuki liburan akhir pekan 4 Juli.

Baca Juga

sumber : antara
BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA