Thursday, 16 Zulhijjah 1441 / 06 August 2020

Thursday, 16 Zulhijjah 1441 / 06 August 2020

Inflasi Purwokerto Tertinggi Setelah Tegal

Sabtu 04 Jul 2020 03:08 WIB

Rep: Eko Widiyatmo/ Red: Gita Amanda

Ilustrasi Inflasi

Ilustrasi Inflasi

Foto: Foto : MgRol112
Inflasi Kota Purwokerto sepanjang Bulan Juni 2020 mencapai 0,4 persen

REPUBLIKA.CO.ID, PURWOKERTO -- Laju inflasi Bulan Juni 2020 di Kota Purwokerto, menjadi yang tertinggi di Jawa Tengah (Jateng) setelah Kota Tegal. Kepala Perwakilan Bank Indonesia Purwokerto, Samsun Hadi, menyebutkan inflasi Kota Purwokerto sepanjang Bulan Juni 2020 mencapai 0,4 persen (mtm).

''Laju inflasi Kota Purwokerto ini, memang lebih tinggi daripada laju inflasi Jateng dan nasional yang tercatat sebesar 0,2 persen dan 0,18 persen,'' jelasnya, Jumat (3/7).

Berdasarkan data, laju inflasi tertinggi Juni 2020 di Jateng terjadi di Kota Tegal, yang tercatat mencapai 0,42 persen. Setelah Purwokerto, laju inflasi ketiga tertinggi terjadi di Solo yang tercatat 0,29 persen. Di bawah Solo, tercatat Kota Cilacap yang mencatat inflasi 0,28 persen.

Menurut Samsun Hadi, laju inflasi Purwokerto yang sebesar 0,4 persen, mengalami lonjakan cukup tinggi dibanding inflasi bulan sebelumnya yang hanya sebesar 0,19 persen. Lonjakan ini, terutama didorong oleh peningkatan harga komoditas pada kelompok makanan, minuman, dan tembakau, transportasi, dan perlengkapan dan pemeliharaan rutin rumah tangga.

''Kelompok makanan, minuman dan tembakau memberikan andil inflasi sebesar 0,21 persen. Terutama disebabkan kenaikan harga daging ayam ras, telur ayam ras, dan beras,'' katanya.

Sedangkan untuk Cilacap, laju inflasi yang tercatat sebesar 0,28 persen, justru lebih rendah dibandingkan bulan sebelumnya. ''Inflasi Cilacap pada bulan Mei, tercatat inflasi sebesar 0,29% (mtm),'' katanya.

Sementara untuk perkiraan inflasi pada Juli 2020, Samsun Hadi menyatakan, Kota Purwokerto diperkirakan akan mengalami inflasi dalam rentang 0,05 persen-0,25 persen. Hal ini disebabkan makin terkendalinya harga beberapa komoditas bahan makanan strategis seperti bawang putih, bawang merah, dan aneka cabai.

Sedangkan untuk laju inflasi di Cilacap, pada Juli 2020 diperkirakan mencapai 0,1 persen hingga 0,3 persen.Sumber tekanan inflasi terutama berasal dari kelompok makanan, minuman, dan tembakau serta kelompok kesehatan seiring dengan meningkatnya konsumsi masyarakat menjelang Lebaran Haji dan pemberlakuan new normal oleh pemerintah setempat.

 

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA