Tuesday, 21 Zulhijjah 1441 / 11 August 2020

Tuesday, 21 Zulhijjah 1441 / 11 August 2020

Pemkot Bogor Gencar Kampanye Penerapan Protokol Kesehatan

Jumat 03 Jul 2020 23:58 WIB

Red: Ichsan Emrald Alamsyah

Petugas medis mengambil sampel darah wisatawan saat rapid test di kawasan wisata Puncak, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Sabtu (20/6/2020). Rapid test yang digelar atas kerja sama Pemkab Bogor dan Pemprov Jawa Barat dilakukan secara acak sebagai langkah antisipasi potensi penyebaran COVID-19 dari wisatawan, terutama yang datang dari luar Bogor, seperti Jakarta dan Depok.

Petugas medis mengambil sampel darah wisatawan saat rapid test di kawasan wisata Puncak, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Sabtu (20/6/2020). Rapid test yang digelar atas kerja sama Pemkab Bogor dan Pemprov Jawa Barat dilakukan secara acak sebagai langkah antisipasi potensi penyebaran COVID-19 dari wisatawan, terutama yang datang dari luar Bogor, seperti Jakarta dan Depok.

Foto: Antara/Yulius Satria Wijaya
Pemkot Bogor menyatakan penyebaran Covid-19 wilayahnya terendah di Bodebek

REPUBLIKA.CO.ID, BOGOR -- Pemerintah Kota Bogor terus menggencarkan kampanye penerapan protokol kesehatan di antara warga untuk menjaga kesehatan bersama sekaligus memutus mata rantai penyebaran COVID-19.

Kepala Bagian Hukum dan HAM Pemerintah Kota Bogor Alma Wiranta mengatakan penyebaran COVID-19 di daerah itu adalah yang terendah, baik di lima daerah di Bogor, Depok, dan Bekasi (Bodebek) maupun di seluruh kabupaten dan kota di Jawa Barat.

Menurut dia, dari hasil kajian Gugus Tugas Percepatan Penanganan (GTPP) COVID-19 Jawa Barat menyimpulkan indeks penularan virus tersebut di Kota Bogor pada pekan ini adalah 0,33.

Angka ini paling rendah di antara lima daerah di Bodebek. Indeks penularan COVID-19 di empat daerah lainnya di Bodebek adalah Kota Depok 1,17, Kota Bekasi 0,71, Kabupaten Bogor 0,66 dan Kabupaten Bekasi 0,57.

Alma menjelaskan karena wilayah Kota Depok bersama empat daetah lainnya di Bodebek berdekatan dengan DKI Jakarta yang indeks penyebaran COVID-19 masih tinggi dan di sisi lain penyebarannya di Kota Bogor belum hilang sepenuhnya, sehingga Wali Kota Bogor memilih sikap tetap menerapkan protokol kesehatan.

"Wali Kota Bogor memilih memasuki fase pra-AKB (pra adaptasi kebiasaan baru) tapi tetap dalam koridor PSBB yakni pada semua kegiatan di luar rumah tetap harus menerapkan protokol kesehatan," katanya.

Namun, dalam situasi penyebaran sudah lantai, kata dia, maka pergerakan masyarakat sudah lebih dilonggarkan tapi harus tetap menerapkan protokol kesehatan. "Pemerintah Kota Bogor juga terus melakukan kampanye sehat secara masif, yakni saling mengingatkan di antara warga Kota Bogor untuk menerapkan protokol kesehatan," katanya.

sumber : Antara
BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA