Saturday, 25 Zulhijjah 1441 / 15 August 2020

Saturday, 25 Zulhijjah 1441 / 15 August 2020

China Tunjuk Kepala Keamanan Nasional Hong Kong

Sabtu 04 Jul 2020 03:48 WIB

Rep: Antara/ Red: Christiyaningsih

Polisi Hong Kong berjaga di tengah aksi unjuk rasa melawan UU Keamanan Nasional di Hong Kong, Ahad (28/6). Pemerintah China membentuk Kantor Keamanan Nasional di Hong Kong. Ilustrasi.

Polisi Hong Kong berjaga di tengah aksi unjuk rasa melawan UU Keamanan Nasional di Hong Kong, Ahad (28/6). Pemerintah China membentuk Kantor Keamanan Nasional di Hong Kong. Ilustrasi.

Foto: AP Photo/Vincent Yu
Pemerintah China membentuk Kantor Keamanan Nasional di Hong Kong

REPUBLIKA.CO.ID, BEIJING - Pemerintah China telah menunjuk Zheng Yanxiong, 57, sebagai kepala kantor keamanan nasional di Hong Kong. Demikian dilaporkan kantor berita resmi pemerintah, Xinhua, Jumat.

Zhen merupakan pejabat yang cukup vokal menentang aksi protes massa di China pada 2011. Sebelum ditunjuk sebagai direktur keamanan nasional, Zhen menjabat sebagai sekretaris jenderal komite Partai Komunis untuk Provinsi Guangdong, salah satu pusat ekonomi di China yang berbatasan dengan Hong Kong.

Pemerintah China membentuk Kantor Keamanan Nasional di Hong Kong setelah Undang-Undang Keamanan Baru ditetapkan oleh parlemen China pada pekan ini. Beleid baru itu akan menghukum warga yang dianggap melakukan makar, subversi, terorisme, dan kolusi dengan kekuatan asing, dengan ancaman sanksi maksimal penjara seumur hidup.

UU Keamanan baru itu menandai sikap China yang lebih otoriter terhadap Hong Kong, kota yang sempat paling bebas di China. Saat Zheng menjabat sebagai ketua partai di Kota Shanwei, Guangdong, sikapnya sempat menuai kontroversi, khususnya kala ia berhadapan dengan para pengunjuk rasa di Desa Wukan.

Warga desa saat itu menuntut kompensasi pengambilalihan lahan oleh pemerintah. Masyarakat setempat pun memilih komite untuk mewakili hak mereka. Warga juga menunjukkan kesedihan mereka kepada media asing.

Beberapa rekaman video, yang bocor dari sebuah pertemuan pemerintah, menunjukkan Zheng mengkritik keras warga desa. Ia juga menyebut media asing "busuk".

Zheng, yang sebelumnya tidak pernah mengisi jabatan di luar Guangdong, sempat menjabat sebagai wakil ketua urusan propaganda di provinsi itu dari 2013 sampai 2018. Li Jiangzhou dan Sun Qingye, sementara itu, ditunjuk sebagai wakil Zheng di Kantor Keamanan Nasional Hong Kong, menurut laporan Xinhua.

Baca Juga

sumber : Reuters
BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA