Tuesday, 18 Rajab 1442 / 02 March 2021

Tuesday, 18 Rajab 1442 / 02 March 2021

Unesa Tolak Gelar UTBK, Peserta Dilimpahkan ke ITS dan Unair

Jumat 03 Jul 2020 16:49 WIB

Rep: Dadang Kurnia/ Red: Esthi Maharani

Universitas Negeri Surabaya

Universitas Negeri Surabaya

Unesa tidak ingin menggelar UTBK di kampus mereka karena Covid-19 belum mereda

REPUBLIKA.CO.ID, SURABAYA -- Kepala Sub Direktorat Admisi Direktorat Pendidikan ITS Unggul Wasiwitono membenarkan pihaknya mendapat limpahan peserta Ujian Tulis Berbasis Komputer (UTBK) dalam Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN), dari Universitas Negeri Surabaya (Unesa). Menurutnya, ITS mendapat 8.750 peserta baru hasil limpahan tersebut.

Unggul menjelaskan, tambahan peserta dari Unesa tersebut akan terjadwal pada gelombang dua (tahap II) pelaksanaan UTBK, yakni pada 20-29 Juli 2020. Limpahan ini, kata dia, merupakan hasil pembagian yang dilakukan oleh Lembaga Tes Masuk Perguruan Tinggi (LTMPT).

“Sehingga total peserta UTBK di ITS setelah mendapat limpahan tersebut menjadi 15.480 peserta,” ujarnya di Surabaya, Jumat (3/7).

Wakil Rektor I Bidang Akademik dan Kemahasiswaan ITS Adi Soeprijanto mengatakan, pelimpahan peserta UTBK tersebut, didasari pihak Unesa yang tidak ingin menggelar UTBK di kampus mereka. Alasannya, karena belum meredanya wabah Covid-19.

“Karena ada Covid-19 ini, mereka (Unesa) tidak ingin menggelar UTBK. Sehingga dari pusat (LTMPT) dilimpahkan (pesertanya) ke ITS dan Unair,” kata Adi.

Terkait penambahan peserta ini, Adi menyatakan tidak ada langkah khusus yang dilakukan ITS. Hanya saja akan ada penambahan jumlah personel pengawas ujian. Maksud penambahan pengawas ini merupakan bentuk pengoptimalan pengawas yang sudah dapat pembekalan.

“Jadi yang awalnya misal mendapat satu kali mengawasi ujian, nantinya bisa mendapat lebih dari satu tugas penjagaan UTBK, sehingga sebisa mungkin dioptimalkan,” ujarnya.


BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA