Friday, 24 Zulhijjah 1441 / 14 August 2020

Friday, 24 Zulhijjah 1441 / 14 August 2020

Adukan Semua Persoalan Kepada Allah SWT

Jumat 03 Jul 2020 16:06 WIB

Rep: Ali Yusuf/ Red: Muhammad Hafil

Pimpinan Majelis Ta

Pimpinan Majelis Ta

Foto: Ali Yususf/Republika
Jadikan Allah sebagai tempat mengadu.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA--Ukuran tingginya Tauhid seseorang adalah selalu bersandar secara utuh kepada Allah. Seorang hamba hendaknya mengutamakan Allah dalam segala urusan termasuk mengadukan persoalan yang sedang kita hadapi. 

"Karena Allah adalah Rabb nya yang telah menciptakan dan memberikan segalanya," kata Pimpinan Majelis Taklim dan Dzikir Baitul Muhibbin, Habib Abdurrahman Asad Al-Habsyi saat menyampaikan kajian virtualnya, Jumat (3/7).

Habib Abdurrahman menyarankan, saat diri kita dilanda masalah dan musibah, maka Allah lah muara aduannya. Jangan mengadukan masalah dan musibah kepada sesama manusia apalagi orang-orang yang dekat dengan setan seperti dukun para normal dan lain-lain yang memiliki pengaruh magis.

Ia mengingatkan, bukankah saat kita sedang safar (bepergian) kita juga berdoa sambil mengatakan. "Allah sebagai sahabat perjalanan" kita?"

"Maka pada saat dilanda masalah, jadikanlah Allah sahabat curhat kita. Dan mintakan solusi pada NYA!" katanya.

Habib Abdurrahman mengatakan, Nabi Ya’qub AS juga merupakan seorang nabi yang sudah dijamin surga ketika mendengar berita sangat menyedihkan, yaitu anak kesayangannya Nabi Yusuf diberitakan telah di makan oleh srigala.

"Beliau langsung mengadu kepada Allah," katanya.

Nabi Yakub langsung berdoa seperti diabadikan dalam surah Yusuf ayat 86.

قَالَ إِنَّمَا أَشْكُو بَثِّي وَحُزْنِي إِلَى اللَّهِ وَأَعْلَمُ مِنَ اللَّهِ مَا لا تَعْلَمُونَ

Ya’qub menjawab: “Sesungguhnya hanyalah kepada Allah aku mengadukan kesusahan dan kesedihanku, dan aku mengetahui dari Allah apa yang kamu tiada mengetahuinya.” (Yusuf : 86)

رُوِىَ عَنِ النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَنَّهُ قَالَ: مَنْ أَصْبَحَ وَهُوَ يَشْكُو ضَيْقَ الْمَعَاشِ فَكَاَنَّمَا يَشْكُو رَبَّهُ وَمَنْ أَصْبَحَ لِأُمُوْرِ الدُّنْيَا حَزِيْنًا فَقَدْ أَصْبَحَ سَاخَطًا عَلىَ اللهِ وَمَنْ تَوَاضَعَ لِغَنِيٍّ لِغِناَهُ فَقَدْ ذَهَبَ ثُلُثَا دِيْنِهِ.

Diriwayatkan dari Nabi Muhammad SAW bersabda :

Barangsiapa bangun di pagi hari kemudian mengadukan kesulitannya kepada sesama (mahkluk/manusia), maka dianggap mengadukan tuhannya (tidak rela dengan takdirnya). Dan barangsiapa merasa sedih dengan kondisi duniawinya di waktu pagi, maka dia dianggap telah membenci Allah. Dan barangsiapa merendahkan dirinya di hadapan orang kaya karena kekayaannya sungguh telah lenyap dua pertiga agamanya.  

Hadia di atas kata Habib Abdurrahman dikutip dari kitab Nashaihul Ibad, karangan Syek Nawawi Al-Bantani. Ia berharap umat Islam dapat mengadukan semua persoalannya kepada Allah.

"Tetaplah mengadu kepada Allah. Karena selalu ada jalan keluarnya. Barokallah Fiikum," tutupnya.

Baca Juga

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA