Jumat 03 Jul 2020 06:35 WIB

Zee Zee Ajak Anak Belajar Sejarah dengan Jelajahi Museum

Zee Zee Shahab ingin menularkan kecintaannya terhadap sejarah kepada anak-anaknya.

Rep: Farah Noersativa/ Red: Reiny Dwinanda
Aktris Zee Zee Shahab sering mengajak anak sulungnya ke museum.
Foto: Desy Susilawati/Republika
Aktris Zee Zee Shahab sering mengajak anak sulungnya ke museum.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Kecintaan aktris Zee Zee Shahab terhadap sejarah ditularkan kepada anaknya. Dia mengajak buah hatinya untuk mulai belajar menyukai sejarah.

"Ajak anak belajar sejarah sambil rekreasi saja, supaya terasa menyenangkan buatnya," jelas Zee Zee di acara "Ngobs" bersama dengan Komunitas Historia Indonesia (KHI), Kamis (2/7).

Baca Juga

Istri presenter Prabu Revolusi itu lebih memilih untuk tak menceritakan hal-hal yang menyeramkan mengenai sejarah. Dia juga belum menceritakan detail mengenai sejarah yang terlalu berat kepada anak-anaknya.

Akan tetapi, ibu dua anak itu menceritakan sisi positif dari sejarah. Misalnya, ketika Zee Zee mengajak anak-anaknya ke museum, dia memberikan inspirasi mengenai sisi positif seorang tokoh.

"Misalnya aku bilang bahwa tokoh ini, dulu hebat, bisa melawan orang. Lalu aku tanyakan 'Kakak mau nggak seperti tokoh ini?' Kalau dia jawab mau, maka aku akan mendorong dia untuk jadi orang yang juga menginspirasi," jelas dia.

Dengan demikian, anak-anak akan merasa tertarik dan terinspirasi untuk mempelajari sejarah. Dari situ pun anak biasanya menanyakan tempat-tempat lain untuk dijelajahi lagi.

Zee Zee telah memperkenalkan sejarah kepada anak-anaknya bahkan sejak anaknya berada di kandungan. Saat mengandung anak pertamanya, dia bahkan mengikuti kegiatan Night at The Museum bersama KHI.

"Waktu hamil anak pertama, itu aku ngidamnya ke museum. Jadi aku ikut Night at The Museum-nya KHI ke Museum Bank BI dan ke museum Prasasti. Itu tengah malam, ketika hamil empat bulan," ungkap Zee Zee.

Mendengar hal itu, pendiri KHI, Asep Kambali, yang tengah mengobrol bersama Zee Zee pun tertawa. Museum Prasasti dulunya merupakan kuburan.

"Masih hamil, diajak ke kuburan Belanda," kata Asep.

Zee Zee mengatakan, anak pertamanya itu juga kerap diajaknya berkeliling mengunjungi beberapa museum di Jakarta untuk mempelajari sejarah. Si sulung sudah pernah menyambangi Museum Fatahillah, Museum Jenderal Ahmad Yani, Gedung Joeang, dan Taman Mini Indonesia Indah (TMII).

Sementara itu, si bungsu tak seberuntung kakaknya dalam hal jelajah museum. Anak Zee Zee yang baru berusia dua tahun itu belum pernah merasakan sensasi serunya belajar sejarah di museum. Sebab, karantina wilayah akibat pandemi Covid-19 membuat mereka harus menjelajahi museum hanya di rumah saja secara virtual.

"Jadi mungkin nanti dia umur empat tahun aku ajak," jelas dia.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement