Wednesday, 15 Zulhijjah 1441 / 05 August 2020

Wednesday, 15 Zulhijjah 1441 / 05 August 2020

Polisi: Ada Empat Laporan Pencabulan Anak oleh Sekuriti

Kamis 02 Jul 2020 23:43 WIB

Rep: Abdurrahman Rabbani/ Red: Ichsan Emrald Alamsyah

Pelecehan anak - ilustrasi

Pelecehan anak - ilustrasi

Semua korban pencabulan adalah anak laki-laki dan 14 tahun ke bawah

REPUBLIKA.CO.ID, TANGERANG -- Kepolisian Sektor Pagedangan terima empat laporan terkait pelecehan seksual yang dilakukan seorang sekuriti bernama Safrudin di Kampung Pagerhaur RT 01 RW 01 Desa Pagedangan, Kecamatan Pagedangan, Kabupaten Tangerang.

“Sementara korban yang sudah lapor ada empat orang. Tidak tahu nanti apakah ada perkembangan korban berikutnya atau tidak,” kata Kanit Reskrim Polsek Pagedangan Ipda Margana saat ditemui Kamis (2/7).

Ia melanjutkan, dari semua korban adalah anak laki-laki dan rata-rata merupakan anak umur 14 tahun ke bawah yang masih bersekolah SD sampai SMP. Untuk yang paling tua merupakan anak SMP yang kini duduk di kelas dua.

Adapun laporan yang diterima pihak kepolisian, disebutkan ada empat korban dengan inisial F (12 tahun), S (12 tahun), FA (11 tahun) dan TA (12 tahun). Mereka berempat menjadi korban pelecehan seksual atau pencabulan yang dilakukan oleh sekuriti di kontrakan miliknya.

Kejadian ini memang sudah setahun lamanya dan tidak ada yang mengetahui. Gerak-gerik pelaku pun tidak menunjukkan kelainan seksual. Sehingga masyarakat menilai tidak ada yang beda dengan pelaku.

“Udah lama sebetulnya kejadian ini sekitar setahun yang lalu, jadi berlanjut,” kata Margana.

Menurutnya, empat laporan ini kemungkinan masih akan bertambah. Mengingat dari informasi yang banyak beredar jumlah korbannya terbilang banyak.

“Untuk kasus ini kita sampaikan ke Polres Tangerang Selatan. Ini pelaku tidak melakukan kekerasan hanya saja bujuk rayu. Dengan memberikan iming-iming dikasih burung merpati, dikasih handphone buat main game dan wifi gratis,” ucapnya.

Sementara salah satu orang tua korban berinisial R (40 tahun) mengaku anaknya turut menjadi salah satu korban pencabulan yang dilakukan Safrudin. 

“Pertama kali saya mengetahui anak saya jadi korban dapat pengakuan dari teman anak saya, anak itu datang sama bu RW dan bilang kalau anak saya juga jadi korban. Pertama, saya tanya sama anak, dia ga ngaku. Tapi setelah dengan cara pelan-pelan anak saya akhirnya ngakuin kalo dia dicabuli tapi cuma sekali," jelasnya.

R menjelaskan, sedikitnya ada 14 anak-anak jadi korban pelecehan seksual. Peristiwa itu terjadi dirumah kontrakan miliknya yang disewa sekuriti Safrudin. "Sekarang yang laporan baru 14 korban, kalo semalem itu empat orang korbannya,” ucap R.

 

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA