Thursday, 16 Zulhijjah 1441 / 06 August 2020

Thursday, 16 Zulhijjah 1441 / 06 August 2020

Murphy: Hormat City untuk Liverpool Hanya Basa Basi

Jumat 03 Jul 2020 00:15 WIB

Red: Didi Purwadi

liverpool juara

liverpool juara

Foto: skysports
Tidak ada tim termasuk City yang tulus ingin melakukan penghormatan guard of honour.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Manchester City akan menjamu Liverpool dalam laga Liga Primer Inggris di Stadion Etihad pada Jumat (3/7) dini hari pukul 02.15 WIB. Sebagai tim yang sudah menjadi juara liga sebelum kompetisi selesai, Liverpool sebelum kick off nanti akan mendapatkan guard of honour atau tepuk tangan penghormatan dari City sesuai tradisi sepak bola Inggris.

Tidak semua sepakat dengan tradisi guard of honour. Mantan gelandang Liverpool, Danny Murphy, salah satu yang tidak mengerti mengapa harus ada tradisi guard of honour. ‘’Saya tidak tahu dari mana tradisi guard of honour dimulai, dan saya tidak tahu kenapa harus ada tradisi ini,’’ kata Murphy kepada TalkSport, Kamis (2/7).

Murphy memastikan pemain pasti tidak akan merasa nyaman melakukan tradisi tersebut. Apalagi jika mereka harus memberi penghormatan ke musuh bebuyutan yang keluar sebagai sang juara.

Jika akhirnya melakukan guard of honour, kata Murphy, pemain pasti melakukannya dengan hati terpaksa. Mereka sebenarnya tidak ingin melakukan guard of honour terhadap tim musuh.

Murphy mengatakan tidak ada tim yang benar-benar tulus ingin melakukan penghormatan tepuk tangan guard of honour. Termasuk City yang telah dikandaskan Liverpool dalam upaya mempertahankan gelar juara Liga Inggris.

‘’Pemain melakukannya karena mereka terpaksa harus melakukannya. Tapi, mereka sesungguhnya tidak ingin melakukannya,’’ kata Murphy. ‘’Mereka melakukannya dengan tidak tulus.’’

Bukan hanya pemain yang tidak ingin melakukan guard of honour. Suporter, menurut Murphy, juga tidak sudi memberi hormat terhadap tim musuh. ‘’Jadi, tradisi guard of honour tidak memiliki efek dan arti apapun,’’ katanya.

Murphy mengatakan rasa hormat ditunjukkan bukan dengan cara tepuk tangan yang hanya simbolis. Jika ingin memberi rasa hormat, maka sebuah tim harus bekerja keras untuk bermain bagus seperti tim yang sejatinya dihormati tersebut.

‘’Jika saya pemain Liverpool dan Manchester United menjuarai Liga Inggris, maka Anda harus mengakui bahwa mereka lebih baik dari Anda,’’ katanya. ‘’Anda memberi rasa hormatnya dengan cara berusaha keras bermain sebagus mereka. Begitu cara menghormati sebuah tim.’’

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA