Thursday, 11 Rabiul Akhir 1442 / 26 November 2020

Thursday, 11 Rabiul Akhir 1442 / 26 November 2020

Lebih dari 100 Tamu Positif Corona Usai Hadiri Pesta Nikah

Kamis 02 Jul 2020 15:40 WIB

Rep: Fergi Nadira / Red: Teguh Firmansyah

Virus corona dalam tampilan mikroskopik. (ilustrasi)

Virus corona dalam tampilan mikroskopik. (ilustrasi)

Foto: EPA/CDC
Pengantin pria meninggal dua hari setelah menikah akibat virus Corona.

REPUBLIKA.CO.ID, NEW DELHI -- Lebih dari 100 orang dinyatakan positif terinfeksi virus Corona tipe baru atau Covid-19 di India setelah menghadiri pesta pernikahan. Para tamu diduga tertular mempelai pria yang meninggal dua hari setelah menikah karena Covid-19.

Para pejabat di negara bagian Bihar mengatakan, bahwa pengantin pria yang berusia 26 tahun telah memiliki gejala virus Corona ketika ia menikah pada 15 Juni. Dia kemudian meninggal dua hari kemudian. Pemakamannya pun turut dihadiri ratusan orang.

"Sejauh ini 111 orang yang menghadiri pernikahan atau pun pemakaman, mereka positif Covid-19," ujar kepala tugas medis di ibu kota Bihar, Patna, Raj Kishor Chaundhary seperti dikutip Hindustan Times, Kamis (2/7).

"Seluruh tamu dan yang lain telah diidentifikasi dan diisolasi," ujarnya menambahkan.

Namun demikian, dokter tidak yakin pengantin pria yang tidak disebutkan namanya adalah sumber infeksi. Sebab ia dikremasi sebelum tes dapat dilakukan.
Chaudhary mengatakan, sekitar 400 orang yang menghadiri pernikahan atau pemakaman akan diisolasi setelah adanya infeksi Covid-19 yang terdeteksi lebih dari 100 orang itu.

Pengantin pria merupakan seorang insinyur perangkat lunak yang kembali ke rumah dari dekat New Delhi hanya sepekan sebelum pernikahan. Dia memang telah menunjukkan gejala sebelum pernikahan.

Dia secara singkat dirawat di rumah sakit, tetapi keluarganya membiarkannya pulang dan menjadi tuan rumah pernikahan dengan lebih dari 300 tamu. Dia meninggal di rumahnya dua hari kemudian, dengan hampir 200 orang menghadiri pemakaman. Beberapa orang juga telah menghadiri keduanya.

Baca Juga

Pihak berwenang kemudian telah meluncurkan penyelidikan tentang kemungkinan pelanggaran peraturan jarak sosial pada jumlah tamu di pernikahan dan pemakaman.

Pemerintah memberlakukan tidak lebih dari 50 tamu yang diizinkan menghadiri pernikahan mewah dan penuh warna di India. Sementara pemakaman hanya 20 orang diizinkan hadir. Hal ini guna membatasi risiko penyebaran virus Corona.

Pandemi ini berkecamuk di neagra Asia Selatan berpenduduk 1,3 miliar orang. India mencatat hampir 600 ribu infeksi, dan 17 ribu kematian hingga Kamis.

Bihar, salah satu negara bagian termiskin yang menampung sekitar 120 juta orang. Bihar mencatat 10 ribu kasus, dengan 62 kematian.

Pemerintah Perdana Menteri Narendra Modi telah melonggarkan pembatasan meskipun terjadi peningkatan kasus. Tetapi pada Selasa dia memperingatkan bangsa untuk lebih berhati-hati.

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA