Saturday, 25 Zulhijjah 1441 / 15 August 2020

Saturday, 25 Zulhijjah 1441 / 15 August 2020

PSBB Proporsional Kabupaten Bekasi Diperpanjang 14 Hari

Kamis 02 Jul 2020 12:42 WIB

Red: Dwi Murdaningsih

Sejumlah petugas keamanan berjaga di mal Cikarang yang terkena sanksi akibat melanggar aturan PSBB (Pembatasan Sosial Berskala Besar), Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, Senin (18/5/2020). Gugus tugas percepatan penanganan COVID-19 Kabupaten Bekasi memberikan sanksi penutupan mal akibat kepadatan pengunjung pada Minggu (17/5/2020)

Sejumlah petugas keamanan berjaga di mal Cikarang yang terkena sanksi akibat melanggar aturan PSBB (Pembatasan Sosial Berskala Besar), Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, Senin (18/5/2020). Gugus tugas percepatan penanganan COVID-19 Kabupaten Bekasi memberikan sanksi penutupan mal akibat kepadatan pengunjung pada Minggu (17/5/2020)

Foto: Fakhri Hermansyah/ANTARA FOTO
PSBB Proporsional sebelumnya yang berlaku sejak 5 Juni 2020 berakhir Kamis (2/7).

REPUBLIKA.CO.ID, CIKARANG -- Penerapan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) Proporsional di Kabupaten Bekasi, Jawa Barat diperpanjang. Perpanjangan terhitung mulai Jumat (3/7) hingga 14 hari ke depan mengikuti keputusan Gubernur Jabar.

"PSBB Proporsional sebelumnya yang berlaku sejak 5 Juni 2020 berakhir hari ini, mulai besok kita perpanjang lagi selama dua minggu," kata Juru Bicara Gugus Tugas COVID-19 Kabupaten Bekasi Alamsyah di Cikarang, Kamis (2/7).

Dia mengatakan kebijakan ini sesuai rekomendasi Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil yakni melanjutkan pemberlakuan PSBB selama 14 hari ke depan. Berdasarkan rekomendasi Gubernur Jawa Barat pula selama perpanjangan PSBB nanti akan ada pelonggaran aktivitas di sejumlah sektor.

"Gubernur memberikan ruang diskresi kepada Pak Bupati dalam mengatur transisi menuju adaptasi kebiasaan baru pada sektor-sektor yang dapat dilonggarkan," katanya.

Pemeriksaan COVID-19 di pusat keramaian seperti pasar tradisional dan modern, terminal, stasiun, hingga kawasan industri akan dilakukan secara lebih masif. Dengan 5.000 alat rapid test dan 12.000 alat PCR yang dimiliki pemerintah daerah saat ini pihaknya menargetkan melakukan pemeriksaan kepada 5.000 hingga 1.000 orang baik melalui tes cepat maupun tes usap.

Wakil Ketua Gugus Tugas COVID-19 Kabupaten Bekasi Kombes Pol Hendra Gunawan mengatakan telah memetakan penanganan COVID-19 di enam sektor meliputi sektor industri, pariwisata, sentra ekonomi, moda transportasi, permukiman, serta sektor kegiatan-kegiatan masyarakat.

Baca Juga

sumber : antara
BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA