Sunday, 19 Zulhijjah 1441 / 09 August 2020

Sunday, 19 Zulhijjah 1441 / 09 August 2020

4 Juli, Bumi Berada di Titik Terjauh dengan Matahari

Kamis 02 Jul 2020 12:03 WIB

Rep: Puti Almas/ Red: Dwi Murdaningsih

Bumi berada dalam jarak yang paling jauh dengan Matahari. (ilustrasi)

Bumi berada dalam jarak yang paling jauh dengan Matahari. (ilustrasi)

Foto: nasa
Aphelion, posisi terjauh Bumi dan Matahari terjadi Sabtu (4/7) pukul 18.34 WIB.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Aphelion, fenomena di mana posisi Bumi berada pada titik terjauh dengan matahari akan terjadi pada 4 Juli. Diperkirakan salah satu peristiwa besar dalam sejarah alam semesta ini terjadi pukul 18.34 WIB pada jarak 152.095.295 kilometer.

Dilansir Earth Sky, Aphelion muncul di tengah-tengah  musim panas Belahan Bumi Utara dan musim dingin Belahan Bumi Selatan. Itu akan memberi tahu Anda bahwa jarak kami dari matahari tidak mempengaruhi musim.

Aphelion terjadi karena orbit Bumi tidak sepenuhnya berkentuk lingkaran sempurna, melainkan berbentuk elips dengan kelonjongan sekitar 1/60.  Faktanya adalah jarak Bumi dari matahari tidak banyak berubah.

Kata Aphelion berasal dari kata dalam bahasa Yunani, yaitu Apo. Ini memiliki arti sebagai menjauh, berpisah, dan helios, untuk dewa Yunani matahari.

Hari ini, kita sekitar 3 juta mil (5 juta kilometer) lebih jauh dari matahari daripada enam bulan dari sekarang. Itu berbeda dengan jarak rata-rata kita dari matahari sekitar 150 juta kilometer.

Jarak persis antara Bumi dan matahari saat Aphelion berlangsung adalah sekitar 94.507.635 mil (152.095.295 kilometer). Tahun lalu, pada 4 Juli 2019, Bumi di aphelion sedikit lebih jauh, yaitu 94.513.221 mil (152.104.285 kilometer).

Inilah yang menyebabkan musim. Perlu diketahui bahwa musim bukan terjadi karena perubahan jarak Bumi dari matahari. Bumi berada jauh dari matahari pada awal Juli selama musim panas di bagian utara dan terdekat pada Januari selama musim dingin di wilayah tersebut.

Sebaliknya, musim dihasilkan dari kemiringan Bumi pada porosnya. Saat ini, musim panas di belahan bumi utara terjadi karena bagian utara Bumi paling miring ke arah matahari.

Sementara itu, musim dingin di Belahan Bumi Selatan karena bagian selatan Bumi paling miring dari matahari. Jarak bumi yang bervariasi dari matahari memang memengaruhi panjang musim. 

Itu terjadi karena posisi Bumi paling jauh dari matahari, seperti sekarang, di mana planet ini bergerak paling lambat di orbitnya. Itu membuat musim panas menjadi musim terpanjang di belahan bumi utara dan musim dingin menjadi musim terpanjang di belahan bumi bagian selatan.

Sebaliknya, musim dingin adalah musim terpendek di belahan bumi utara, dan musim panas adalah musim terpendek di belahan bumi selatan, dalam setiap kejadian hampir lima hari.

Bumi mencapai titik terjauh dari matahari di tahun ini pada 4 Juli. Para astronom menyebut titik tahunan ini di Bumi yang mengorbit Aphelion.


Baca Juga

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA