Kamis 02 Jul 2020 11:32 WIB

Jambi Berlakukan Relaksasi Agar Masyarakat tak Ketakutan

Meski diberlakukan relaksasi ekonomi, namun protokol kesehatan Covid-19 diperketat.

Rep: Antara/ Red: Erik Purnama Putra
Wali Kota Jambi Syarif Fasha.
Foto: dok.Istimewa
Wali Kota Jambi Syarif Fasha.

REPUBLIKA.CO.ID, JAMBI -- Pemerintah Kota (Pemkot) Jambi memberlakukan relaksasi agar masyarakat di daerah itu tidak dalam kondisi ketakutan menjalani kehidupan saat pandemi Covid-19. "Relaksasi ini diberikan kepada masyarakat agar jangan menjalani kehidupan dalam ketakutan," kata Wali Kota Jambi, Syarif Fasha di Kota Jambi, Kamis (2/7).

Meski diberlakukan relaksasi terhadap kegiatan ekonomi, sosial dan kemasyarakatan, menurut dia, tapi protokol kesehatan Covid-19 harus diterapkan dengan lebih ketat dan disiplin. Syarif menekankan kepada lurah dan camat untuk lebih mendisiplinkan warganya terkait dengan protokol kesehatan Covid-19.

Para lurah diinstruksikan tidak segan-segan menegur warga yang tidak mengindahkan instruksi maupun yang tidak menerapkan protokol kesehatan Covid-19. "Ketika malam-malam keluar, lurah melihat ada warga kumpul-kumpul jangan dibiarkan saja, bubarkan, jangan cuek,” kata Syarif.

Lurah dan camat turut diimbau untuk tidak cuek terhadap kondisi di wilayah masing-masing. Tidak hanya waspada terhadap penularan Covid-19, namun turut mewaspadai penularan penyakit lainnya seperti demam berdarah dangeu (DBD).

Fasha menjelaskan, penerapan protokol kesehatan terbukti mampu menekan penularan Covid-19, serta menghindari munculnya klaster baru dalam penularan Covid-19. “Kita lihat penurunan secara signifikan terlihat sejak kita berlakukan relaksasi selama sebulan kemarin,” kata Syarif.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement