Friday, 13 Rabiul Awwal 1442 / 30 October 2020

Friday, 13 Rabiul Awwal 1442 / 30 October 2020

FEB UGM Gelar Ujian Doktor Secara Daring

Rabu 01 Jul 2020 17:41 WIB

Rep: Wahyu Suryana/ Red: Yusuf Assidiq

Kampus UGM Yogyakarta.

Kampus UGM Yogyakarta.

Foto: Wahyu Suryana.
Meski dilakukan secara daring, pelaksanaan ujian kali ini berlangsung lancar.

REPUBLIKA.CO.ID, SLEMAN -- Fakultas Ekonomika dan Bisnis (FEB) Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta menggelar ujian doktor pada masa pandemi Covid-19 secara daring untuk pertama kalinya. Ini dilakukan demi melindungi mahasiswa dan dosen dari potensi penularan Covid-19.

Ujian doktor secara daring turut mendorong mahasiswa menyelesaikan pendidikan tepat waktu, walau pandemi Covid-19 masih berlangsung. Meski dilakukan secara daring, pelaksanaan ujian kali ini berlangsung lancar.

Di ujian terbuka ini mahasiswa Program Doktor Ilmu Akuntansi, Siti Mutmainah, mempertahankan disertasi berjudul Sistem Insentif Sebagai Mitigasi Konflik dalam Grup Faultline. Promotor, Prof Slamet Sugiri, Prof Bambang Riyanto, dan Dr Eko Suwardi.

Dalam ringkasan buku disertasinya, Mutmainah mengatakan, penelitiannya untuk memperoleh bukti dampak grup faultline terhadap kinerja tugas tim. Faultlines merupakan pemecah suatu grup jadi subsubgrup yang antagonistik berdasarkan atribut.

"Penelitian yang saya lakukan untuk mendapat bukti pengaruh sistem insentif individual dan insentif kelompok kepada hubungan konflik persepsian dan kinerja anggota tim," kata Mutmainah, Rabu (1/7).

Penelitian dilakukan dengan metoda eksperimen laboratorium dengan melibatkan 153 subjek mahasiswa strata satu ini. Mutmainah menuturkan, keberagaman yang berpola dalam bentuk grup faultline kategori sosial dan informasi memunculkan konflik keterhubungan dan konflik tugas.

Kondisi itu yang berdampak negatif terhadap kinerja individu. Hal itu yang menguatkan kalau group faultline sebagai salah satu penyebab kegagalan tim dalam berkolaborasi.

"Secara spesifik, penelitian ini memberikan bukti tentang keefektifan sistem insentif dalam tahap awal perkembangan tim yang memiliki permasalahan kohesifitas," ujar dosen FEB Universitas Diponegoro Semarang tersebut.

Sistem insentif, kata Siti, jadi salah satu alat memotivasi karyawan mencapai tujuan organisasi, jadi perlu diselaraskan kondisi tempat sistem pengendalian manajemen. Sistem akan efektif bila ada kesesuaian dengan karakteristik tim.

Menurutnya, tantangan dalam pengelolaan organisasi modern merupakan keberadaan grup faultline itu sendiri. Kemudian, dalam struktur organisasi organisasi modern posisi tim kerja menjadi pilar organisasi.

"Tim kerja menawarkan berbagai keunggulan, namun juga memiliki tantangan adanya faultline," kata Mutmainah.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA