Rabu 01 Jul 2020 11:59 WIB

7 Perusahaan Asing akan Merelokasi Usahanya ke Indonesia

Di tengah pandemi COVID-19 ini, Indonesia memanfaatkan momentum atas hengkangnya perusahaan-perusahaan asing dari Tiongkok dan negara lainnya dengan memfasilitasi relokasi investasi mereka ke Indonesia. Sebanyak 7 perusahaan asing yang berasal dari Amerika Serikat, Jepang, Taiwan dan Korea Selatan memastikan akan merelokasi usahanya ke Indonesia. Ini adalah hasil dari upaya...

Rep: Sri Niken Handayani (swa.co.id)/ Red: Sri Niken Handayani (swa.co.id)
Kepala BKPM Bahlil Lahadalia
Kepala BKPM Bahlil Lahadalia

Di tengah pandemi COVID-19 ini, Indonesia memanfaatkan momentum atas hengkangnya perusahaan-perusahaan asing dari China dan negara lainnya dengan memfasilitasi relokasi investasi mereka ke Indonesia. Sebanyak tujuh perusahaan asing yang berasal dari Amerika Serikat, Jepang, Taiwan, dan Korea Selatan memastikan akan merelokasi usahanya ke Indonesia. Ini adalah hasil dari upaya negosiasi dan fasilitasi yang dilakukan oleh Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM).

Dalam kunjungan kerjanya ke Kawasan Industri Terpadu Batang di Jawa Tengah pada hari Selasa (30/6/2020) siang, Presiden Republik Indonesia Joko Widodo mengapresiasi pihak-pihak terkait yang sudah membantu tujuh perusahaan masuk ke Indonesia.

“Saya senang yang tujuh perusahaan sudah masuk, selanjutnya 17 potensi investasi sebesar US$37 miliar harus dikawal, dikejar dan dilayani. Tingkatkan competitiveness, jangan sampai kejadian 2019 kejadian lagi (tidak ada perusahaan yg relokasi ke Indonesia),” ujar Presiden Jokowi.

Total keseluruhan nilai investasi dari tujuh perusahaan tersebut mencapai US$ 850 juta (sekitar Rp11,9 triliun) dengan potensi penyerapan tenaga kerja hingga 30.000 orang. Perusahaan-perusahaan ini memindahkan pabriknya dari Republik Rakyat Tiongkok (RRT), Jepang, Taiwan, Thailand, Malaysia dan Korea Selatan.

“Karena sekarang ini, bukan negara besar mengalahkan negara kecil, tapi negara yang cepat mengalahkan negara yang lambat,” pesan Presiden Jokowi menutup pidato.

Kepala BKPM menjelaskan bahwa proses menarik investasi dari 7 perusahaan ini dilakukan secara intensif. Secara khusus, Kepala BKPM membentuk tim satuan tugas (satgas) khusus relokasi investasi. Tim tersebut kemudian mengawal perizinan perusahan mulai dari kementerian/lembaga terkait hingga pemerintah daerah.

“Prosesnya sangat intensif. Kami langsung ‘ketuk pintu’ perusahaan satu per satu, untuk meyakinkan bahwa Indonesia adalah lokasi yang tepat bagi pabriknya. Luar biasa tantangannya. Tapi justru disitulah BKPM harus bekerja kreatif dan responsif. Kita lakukan pendekatan yang tidak biasa. Dan alhamdulillah sudah ada hasilnya di tahap awal ini,” jelas Bahlil dalam keterangan kepada media siang ini (30/6).

Ketujuh perusahaan yang merelokasi investasi adalah Alpan Lighting (PT CDS Asia) dari Amerika Serikat, bidang usaha industri lampu dengan tenaga surya; Sagami Electric (PT Sagami Indonesia) dari Jepang, bidang usaha industri komponen elektronika; Denso (PT Denso Indonesia) dari Jepang, bidang usaha industri suku cadang kendaraan bermotor; Panasonic (PT Panasonic Manufacturing Indonesia) dari Jepang, bidang usaha industri barang elektronika; Meiloon (PT Meiloon Technology Indonesia) dari Taiwan, bidang usaha industri speaker, audio dan video elektronik; Kenda Tire (PT Kenda Rubber Indonesia) dari Taiwan, bidang usaha industri ban; serta LG Electronics (PT LG Electronics Indonesia) dari Korea Selatan, bidang usaha industri perlengkapan elektronika.

Selain tujuh perusahaan tersebut, terdapat 17 investor lain yang telah menyampaikan minatnya untuk melakukan relokasi atau diversifikasi industrinya ke Indonesia. Salah satunya yaitu investor asal Korea Selatan, LG Chemicals yang menyampaikan komitmennya akan membangun industri baterai kendaraan terintegrasi dengan smelter. Rencana nilai investasi LG Chemicals diperkirakan mencapai US$ 9,8 miliar dan menyerap hingga 14.000 tenaga kerja.

BKPM melalui tim satuan tugas (satgas) khusus relokasi investasi berkomitmen untuk mengawal proses relokasi ini dan terus melakukan negosiasi dengan berbagai perusahaan untuk dapat menarik lebih banyak investor yang bersedia merelokasi usahanya ke Indonesia dari negara lain.

Editor : Eva Martha Rahayu

www.swa.co.id

Disclaimer: Berita ini merupakan kerja sama Republika.co.id dengan swa.co.id. Hal yang terkait dengan tulisan, foto, grafis, video, dan keseluruhan isi berita menjadi tanggung jawab swa.co.id.
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement