Thursday, 1 Syawwal 1442 / 13 May 2021

Thursday, 1 Syawwal 1442 / 13 May 2021

Steve Bruce Ingin Kepastian Status Kepemilikan Newcastle

Rabu 01 Jul 2020 11:47 WIB

Rep: Muhammad Ikhwanudin/ Red: Agung Sasongko

Steve Bruce

Steve Bruce

Foto: EPA-EFE/LYNNE CAMERON
Pelatih Newcastle United, Steve Bruce ingin status kepemilikan timnya dipastikan.

REPUBLIKA.CO.ID, NEWCASTLE -- Pelatih Newcastle United, Steve Bruce ingin status kepemilikan timnya segera dipastikan. Sebab, belum ada kelanjutan dari rencana kerajaan Arab Saudi yang berniat mengakuisisi klub tersebut. 

Jelang bertandang ke kandang Bournemouth, Newcastle diberi perlakuan istimewa karena diberi pesawat ukuran besar dan hotel yang dikhususkan untuk mereka menginap. 

Bruce mengatakan, hal tersebut merupakan langkah pencegahan virus corona tanpa ada campur tangan kerajaan Arab Saudi. Ia mengapresiasi kinerja petugas yang membantu skuat utama Newcastle dapat tiba dengan selamat. 

Baca Juga

"Kinerja para petugas sangat hebat. Kami menyewa pesawat yang lebih besar dan hotel hanya dibuka khusus untuk kami," katanya seperti dilansir The Guardian, Rabu (1/7). 

"Ada banyak logistik yag disediakan. Kami melihat para petugas tidak kenal lelah membantu kami," ujar dia. 

Bruce menyatakan, tidak ada hubungannya dengan rencana kerajaan Arab Saudi yang ingin membeli Newcastle. "Manajemen sedang mendiskusikannya. Itulah sebabnya harus ada kejelasan mengenai ini. Kami butuh agar klub ini maju ke depan," ucapnya. 

"Apapun yang terbaik untuk Newcastle, saya setuju. Apakah saya akan tetap melatih di sini? Saya harap begitu," kata dia. 

Ia berharap, kondisi segera pulih agar segala keputusan bisa diambil. Selain itu, ia juga ingin penonton dapat segera diizinkan kembali menonton pertandingan di stadion. 

"Ini bukan kompetisi yang sesungguhnya. Liga Primer yang sebenarnya tidak hanya mempertontonkan pemain terbaik, tapi juga para supporter," ujarnya. 

 

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA