Monday, 20 Zulhijjah 1441 / 10 August 2020

Monday, 20 Zulhijjah 1441 / 10 August 2020

BMW Dukung Pengembangan Bahan Bakar dari CO2

Rabu 01 Jul 2020 11:10 WIB

Rep: Eric Iskandarsjah Z/ Red: Dwi Murdaningsih

BMW .

BMW .

Foto: Pxfuel
Penggunaam bahan bakar CO2 nantinya tidak perlu mengubah mesin dan infrastruktur.

REPUBLIKA.CO.ID, MUNICH--Teknologi dalam mobil bermesin konvensional masih terus berkembang. Salah satunya adalah lewat pengembangan bahan bakar ramah lingkungan yang diperoleh dari CO2.

Dilansir dari Car Advice pada Selasa (1/7), hal ini pun jadi perhatian BMW. Perhatian itu diwujudkan lewat investasi BMW kepada Prometheus Fuels yang merupakan perusahan pengembang bahan bakar dari CO2.

Lewat investasi sebesar 12,5 juta dolar AS, BMW ingin mendorong agar Prometheus Fuels mampu menghadirkan teknologi yang semakin memudahkan dalam menangkap dan mengubah CO2 menjadi bahan bakar yang setara dengan bahan bakar bensin dan diesel. Selain tak mengandalkan fosil, bahan bakar hasil konversi ini pun diklaim netral karbon sehingga mampu menjadi bahan bakar alternatif yang ramah lingkungan.

Sebenarnya, teknologi konversi ini telah ada namun belum digunakan secara optimal. Diharapkan, suntikan dana segar dari pabrikan Jerman itu mampu membuat teknologi ini menghadirkan proses produksi dan harga jual produk yang lebih murah.

Prometheus Fuels mengklaim, bahan bakar hasil konversi ini memiliki sifat kimiawi yang identik dengan bahan bakar fosil. Sehingga, nantinya penggunaan bahan bakar ini sama sekali tak memerlukan ubahan pada mesin dan inftastruktur.

Ditargetkan, sinergi ini mampu menghadirkan produk bahan bakar yang siap dipasarkan pada akhir tahun ini. Jika memang harganya akan sedikit lebih mahal dibanding bensin fosil, bensin sintetik ini tentu bisa menjadi jawaban bagi mereka yang ingin kendaraan konvensionalnya menjadi kendaraan yang lebih ramah lingkungan.

Prometheus Fuels merupakan carbon-neutral fuel company. Perusahaan start up di bidang energi ini merupakan perusahaan yang berbasis di California dan didirikan pada tahun lalu.

Perusahaan ini fokus untuk mengembangkan alat penyaring atmospheric CO2 menggunakan air, listrik dan membran nanotube. Filter ini merupakan alat yang mampu menghasilkan bahan bakar lewat proses katalisasi dengan bantuan plat tembaga yang dialiri listrik

Baca Juga

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA