Thursday, 18 Zulqaidah 1441 / 09 July 2020

Thursday, 18 Zulqaidah 1441 / 09 July 2020

Tim Biologi UGM Juara LKTI Nasional

Rabu 01 Jul 2020 07:11 WIB

Rep: Wahyu Suryana/ Red: Agus Yulianto

Pekerja memproses kotoran kambing.

Pekerja memproses kotoran kambing.

Foto: Antara/Anis Efizudin
Tim Biogama UGM mengajukan gagasan mengolah feses kambing-domba jadi briket biomasa.

REPUBLIKA.CO.ID, SLEMAN -- Tim Mahasiswa Fakultas Biologi UGM meraih juara satu Lomba Karya Tulis Ilmiah (LKTI) Nasional 2020. Tim Biogama UGM mengajukan karya tulis tentang gagasan mengolah feses (kotoran) kambing-domba jadi briket biomasa.

Kompetisi digelar di Universitas Riau pada 31 Januari 2020 lalu. Tim Biogama yang terdiri dari Khoiruddin Anshori (2017), Hana Widiwati (2017) dan Alifia Safputeri (2018) dengan pembimbing Dr. Eko Agus Suyono sisihkan 17 tim lain.

"Kami ajukan ide inovasi teknologi tepat guna berbasis energi baru berjudul Konversi Biochar Feses Kambing Domba Menjadi Briket Biomassa Sebagai Solusi Sumber Panen Energi Limbah Peternakan dan Pengembangan Potensi Desa di Indonesia," kata Hana, Selasa (30/6).

Dia mengatakan, pengajuan ide didasarkan banyaknya populasi kambing-domba di Indonesia. Kondisi itu sebabkan produksi limbah peternakan terus naik, hingga kini feses kambing-domba belum dimanfaatkan optimal dan sebabkan pencemaran.

Hana menerangkan, konversi kotoran kambing-domba jadi briket biomassa sebagai solusi alternatif mengurai peroalan itu. Pasalnya, limbah ternak kambing-domba memiliki biomassa yang bisa digunakan sebagai sumber energi terbarukan.

Proses pemanenan energi dari biomassa bisa dilakukan cepat memakai teknologi pirolisis. Prosedur pembuatan briket biomassa diawali penumbukan kotoran, lalu hasilnya dikeringkan di bawah sinar matahari untuk mengurangi kadar air. 

Selanjutnya, dimasukan ke dalam reaktor pirolisis untuk didapatkan biochar. Biochar yang telah didapat, kemudian dicampur dengan adonan pati, lalu dicetak dan dikeringkan di bawah sinar matahari.

"Briket biomassa yang dihasilkan tersebut memiliki energi yang hampir setara dengan bahan bakar fosil," ujar Hana.

Teknologi tepat guna yang konversi limbah kambing-domba jadi briket biomassa miliki nilai ekonomi yang bisa dipertimbangkan. Menekan biaya produksi bisa pakai lagi bio oil yang dihasilkan proses pirolisis sebagai bahan bakar dalam reaktor pirolisis.

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA TERKAIT

 

BERITA LAINNYA