Wednesday, 17 Zulqaidah 1441 / 08 July 2020

Wednesday, 17 Zulqaidah 1441 / 08 July 2020

Pakar: Tingkat Kepatuhan Warga Terhadap Protokol 35 Persen

Selasa 30 Jun 2020 23:39 WIB

Red: Teguh Firmansyah

Virus corona dalam tampilan mikroskopik. (ilustrasi)

Virus corona dalam tampilan mikroskopik. (ilustrasi)

Foto: EPA/CDC
Salah satu kunci keberhasilan penanganan Covid adalah pelibatan aktiv masyarakat.

REPUBLIKA.CO.ID, MAKASSAR -- Epidemiolog Fakultas Kesehatan Unhas Prof Ridwan Amiruddin mengungkapkan berdasar hasil survei, tingkat kepatuhan masyarakat terhadap protokol kesehatan hanya 35 persen. Artinya potensi tertular Covid-masih sangat memungkinkan.

“Hasil survei mengenai kesadaran masyarakat atas bahaya Covid-19 masih sampai di 35 persen," kata Ridwan usai melakukan rapat koordinasi bersama Gubernur Sulsel Prof HM Nurdin Abdullahdi ruang rapat Gubernur Sulsel Makassar, Selasa.

"Kalau angka kepatuhan disiplin yang kurang, konsekuensinya adalah kalau ada 10 orang keluar, hanya 3 orang bermasker, itu artinya 7 orang menjadi potensi tertular,” lanjut Ridwan.

Ia menjelaskan kunci penanganan Covid-19 melalui pelibatan aktif masyarakat untuk bersama-sama keluar dari krisis kesehatan ini. Menurunya, pendekatan yang ada saat ini adalah dari atas ke bawah. "Ini harus dibalik, dengan melakukan akselerasi penguatan di masyarakat,” ujarnya.

Ketua Perhimpunan Ahli Epidemologi Sulawesi Selatan (Sulsel) ini menjelaskan dari studi epidemologi, Covid-19 dapat dibaca dari tiga poin penting yakni, waktu, lokasi dan orang.
Dari segi waktu, Ridwan menuturkan saat ini terjadi peningkatan kasus positif. Meskipun, tingkat kesembuhan juga cukup tinggi.

Sementara dari segi lokasi, di Sulsel terdapat tujuh lokasi dengan jumlah kasus tertinggi yakni Makassar, Maros, Takalar, Gowa, Jeneponto, Bulukumba dan Luwu Timur. Sedangkan dari sisi orang, saat ini ia membaca jumlah positif Covid-19 didominasi oleh usia produktif karena adanya pelonggaran yang terjadi.

Berdasarkan hal ini, Ridwan menilai perlunya dilakukan berbagai intevensi untuk menekan penularan dan mengoptimalkan upaya penyembuhan pasien positif Covid-19.

Ia juga menyebutkan berdasarkan prediksi Pennsylvania University, pertengahan Juli menjadi puncak tertinggi angka positif Covid-19 dengan melihat jumlah populasi rentan, kecepatan penularan, angka kesembuhan, layanan rumah sakit, dan mitigasi yakni upaya preventif dan memberikan tekanan terhadap kurva. “Sangat ditentukan oleh capaian intervensi yang dilakukan. Semakin tinggi capaian mitigasi yang dilakukan, semakin landai kurvanya. Untuk itu, pelibatan masyarakat menjadi salah satu kunci penanganan COVID-19,” jelasnya.

Baca Juga

sumber : Antara
BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA