Wednesday, 17 Zulqaidah 1441 / 08 July 2020

Wednesday, 17 Zulqaidah 1441 / 08 July 2020

Delapan Anggota Polda DIY Sembuh dari Covid-19

Selasa 30 Jun 2020 21:17 WIB

Red: Teguh Firmansyah

Virus corona dalam tampilan mikroskopik. (ilustrasi)

Virus corona dalam tampilan mikroskopik. (ilustrasi)

Foto: EPA/CDC
Semua anggota yang sembuh telah kembali bergabung ke SPN.

REPUBLIKA.CO.ID, YOGYAKARTA -- Sebanyak delapan anggota Kepolisian Daerah Istimewa Yogyakarta yang sebelumnya dinyatakan positif Covid-19 telah sembuh. Anggota polisi itu sudah kembali beraktivitas sebagai siswa Sekolah Inspektur Polisi (SIP) di Sekolah Polisi Negara (SPN) di Selopamiro, Bantul.

"Seluruhnya sembuh dan semua sudah bergabung kembali di SPN lagi," kata Kepala Bidang Humas Polda DIY Kombes Pol Yuliyanto saat dihubungi di Yogyakarta, Selasa.

Menurut Yuliyanto dari delapan orang anggota Polda DIY tersebut, empat orang pertama telah dinyatakan sembuh sekitar sepekan setelah dinyatakan positif Covid-19 pada 12 Juni 2020. Kemudian, kata dia, menyusul empat orang lainnya yang dinyatakan sembuh pada 26 Juni 2020.

Delapan bintara calon perwira polisi itu sebelumnya mengikuti kegiatan Sekolah Inspektur Polisi (SIP) di Setukpa Lemdikpol Sukabumi, Jawa Barat. Karena situasi pandemik Covid-19, seluruh peserta pendidikan yang berjumlah 19 orang kemudian dikembalikan ke Yogyakarta pada 26 April 2020 dan langsung melanjutkan pendidikan SIP secara jarak jauh di SPN Selopamiro, Bantul.

Di SPN itu, mereka menjalani tes cepat Covid-19 beberapa kali dan saat tes cepat terakhir, sembilan orang dinyatakan reaktif. Kemudian setelah dilakukan tes usap (swab), delapan orang positif Covid-19. Pascaperistiwa itu, ia berharap warga sekitar SPN Selopamiro, Bantul tidak perlu resah.

Yuliyanto menegaskan bahwa lingkungan SPN Selopamiro, Bantul aman dan sehat. Berbagai upaya pencegahan penularan Covid-19 sesuai protokol kesehatan yang dianjurkan pemerintah telah diterapkan secara ketat.  "Saya kira lingkungan SPN aman. Setelah 8 orang poisitif, sudah tidak ada yang reaktif saat dilakukan rapid test," ujarnya

Baca Juga

sumber : Antara
BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA