Thursday, 18 Zulqaidah 1441 / 09 July 2020

Thursday, 18 Zulqaidah 1441 / 09 July 2020

Kominfo Gandeng Gojek Perluas Akses Aplikasi PeduliLindungi

Selasa 30 Jun 2020 21:16 WIB

Red: Nidia Zuraya

Aplikasi yang dapat diunduh di laman http://www.pedulilindungi.id milik Kemenkominfo dinilai rawan phising dan malware.

Aplikasi yang dapat diunduh di laman http://www.pedulilindungi.id milik Kemenkominfo dinilai rawan phising dan malware.

Foto: Pedulilindungi.id
Aplikasi PeduliLindungi merupakan buatan Kominfo dan Kementerian BUMN.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) berkolaborasi dengan Gojek untuk memperluas akses ke aplikasi pelacak penyebaran Covid-19 PeduliLindungi. Aplikasi PeduliLindungi merupakan buatan Kominfo dan Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang dijalankan sepenuhnya Telkom Indonesia.

"Dalam rangka memperluas penggunaan dan pemanfaatan aplikasi PeduliLindungi, serta sebagai bagian dari upaya memutus rantai penyebaran Covid-19, Kementerian Kominfo dan Kementerian BUMN bekerja sama dengan berbagai pihak mengembangkan fitur PeduliLindungi," kata Direktur Jenderal Penyelenggaraan Pos dan Informatika Kominfo, Ahmad M Ramli, saat jumpa pers virtual, Selasa(30/6).

PeduliLindungi kini diintegrasikan dengan platform Gojek untuk memperluas jangkauan sehingga bisa membantu memutus penyebaran virus corona baru (Covid-19). Wakil Menteri BUMN, Budi Gunadi Sadikin dalam jumpa pers yang sama menyatakan aplikasi PeduliLindungi merupakan salah satu infrastruktur yang dibutuhkan untuk menjalani kebiasaan baru pada era new normal,normal baru.

Aplikasi yang selama ini memiliki fungsi tracing (penelusuran), tracking (pelacakan) dan fencing atau pembatasan, diharapkan bisa dikembangkan untuk memiliki fungsi screening atau pemeriksaan yang bisa menunjang kegiatan sehari-hari.

"Fungsi screeningkesehatan akan jadi infrastruktur dasar new normal. Oleh karena itu kita harus membuat seefisien, sebaik, secepat dan semudah mungkin. Teknologi platform bisa sangat membantu akselerasi infrastruktur new normal," kata Budi.

Fungsi screening yang dimaksud adalah aplikasi PeduliLindungi dapat dikembangkan untuk memuat informasi kesehatan pengguna. Misalnya, surat keterangan bebas dari Covid-19. Ketika diminta untuk menunjukkan surat kesehatan bebas Covid-19, pengguna bis menunjukkan informasi yang dimuat di aplikasi tersebut.

"Saya harap bisa masuk ke fungsi screeningsehingga bisa dimanfaatkan masyarakat untuk new normal baru," kata Budi.

PeduliLindungi kini sudah diunduh 4 juta kali, Telkom menilai aplikasi tersebut masih bisa dikembangkan untuk untuk membantu mengatasi penyebaran Covid-19. "Akan dilengkapi fitur tambahan yang berevolusi supaya mempermudah mobilitas masyarakat," kata Direktur Utama Telkom, Ririek Adriansyah, pada jumpa pers tersebut.

Integrasi Gojek dengan PeduliLindungi sudah dimulai sejak 23 Juni lalu. Chief of Public Policy and Government Relations Gojek, Shinto Nugroho mengatakan selama satu minggu, terdapat 82 ribu unduhan PeduliLindungi yang berasal dari akses lewat aplikasi Gojek.

Gojek menargetkan bisa menyumbang 1 juta unduhan selama enam bulan.

Baca Juga

sumber : Antara
BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA