Sunday, 14 Zulqaidah 1441 / 05 July 2020

Sunday, 14 Zulqaidah 1441 / 05 July 2020

Kang Abik Beberkan Kaitan Seni dan Prinsip Tauhid Agama

Selasa 30 Jun 2020 20:09 WIB

Rep: Zahrotul Oktaviani/ Red: Nashih Nashrullah

Penulis Habiburrahman El Shirazy atau akrab disapa Kang Abik menekankan pentingnya prinsip tauhid dalam karya seni.

Penulis Habiburrahman El Shirazy atau akrab disapa Kang Abik menekankan pentingnya prinsip tauhid dalam karya seni.

Foto: Republika/Putra M. Akbar
Kang Abik menekankan pentingnya prinsip tauhid dalam karya seni.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA – Penyebaran Covid-19 selama beberapa bulan terakhir di Indonesia telah membawa banyak dampak. Dari sisi seniman, tidak sedikit pelaku karya yang harus menahan diri untuk tidak berkarya secara bersama-sama.  

Baca Juga

Majelis Ulama Indonesia (MUI) melalui Komisi Pembinaan Seni Budaya Islam (KPSBI) menggelar webinar internasional dan membahas topik ‘Bagaimana Seniman Muslim Membangun Strategi Kreatif di Tengah Pandemi’. Ketua Komisi KPSBI MUI, Habiburrahman El Shirazy, mengajak seluruh seniman untuk terus menyebarkan ide-idenya. 

"Pembahasan ini berkaitan erat dengan kreativitas dan dakwah. Saya teringat kalimat dari ulama besar juga pemikir Mesir, Syekh Muhammad Al Ghazali, ambillah inisiatif untuk menyampaikan ide, sebelum engkau diambil alih sebuah ide," ujar pria yang akrab dipanggil Kang Abik ini dalam webinar internasional, Selasa (30/6).

Dia menjelaskan, ucapa Syekh Al Ghazali ini dimaksud dalam hidup, manusia hanya memiliki dua pilihan. Apakah akan menjadi orang yang kreatif dan menyampaikan ide-ide kebaikan, atau terpaksa mengikuti ide-ide orang lain.  

Bagi seniman Muslim, karya-karya yang dihasilkan harus selaras dengan nilai-nilai tauhid. Hal ini merupakan dasar atau asas dalam seni Islam.  

Jika sebuah kesenian atau karya tidak selaras dengan tauhid, Kang Abik menyebut hal tersebut bisa dipastikan tidak selaras dengan Islam. Perihal ini telah disepakati semua ulama, seniman Muslim dan filsuf Muslim.  

"Jika kita kreatif maka berbahagialah, karena kita diberi tauhid oleh Allah SWT. Kalau kita tidak kreatif, maka mau tidak mau kita akan dipaksa mengonsumsi ide-ide orang lain," lanjut Kang Abik.

Dia juga menyebut, ide-ide orang lain jika selaras dan bernafaskan Islam maka itu baik dan bisa diikuti. Namun, jika ide-ide yang ada bertentangan dengan Islam, maka hal ini menjadi masalah. 

Selanjutnya, dia menyebut sebuah tantangan bagi umat Muslim di tengah pandemi untuk tetap berpikir kreatif, menyalurkan ide-ide, dan menghasilkan karya-karya lainnya.  

Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Bidang Pembinaan Seni Budaya Islam, Dr KH Shodiqun, mengatakan seniman Muslim akan terus ada hingga akhir zaman. 

Strategi dan upaya yang dilakukan seniman Muslim dalam melahirkan karya sembari membawa nafas Islam akan terus ada. 

"Strategi dibuat agar sebuah tujuan atau pesan bisa tercapai yang ujungnya menimbulkan efek. Seniman juga harus berpikir bagaimana agar sebuah pesan yang ingin disampaikan bisa tercapai ke khalayak luas," ujarnya.

Dia lantas menyebut seorang Muslim selama hidupnya tidak pernah tidak kreatif. Di dalam dirinya, ada kesemangatan untuk menghasilkan produk atau bangunan seni yang berkeadaban maupun peradaban seni yang bisa memberikan makna.  

Seniman merupakan pejuang atau mujahid dengan medan bermain yang berbeda. Substansi seni adalah mujahid yang memiliki cita-cita setiap karyanya selalu diberi napas yang kental akan al-haq atau kebenaran.  

"Tidak perlu membuat target khusus siapa yang mendengar atau menjadi konsumen dari sebuah karya seni. Semua orang adalah target dari karya seni yang bernafaskan kebajikan," lanjutnya.  

Seorang seniman Muslim, karya-karyanya disebut akan sarat dengan nafas aljamal atau keindahan. Keindahan yang ditawarkan ini dibatasi dengan etika.  

Kiai Shodiqun menyebut seorang seniman dalam perspektif Islam, kehadirannya selalu menunjukkan nilai-nilai keadaban. Seni yang dibawakan memberi nilai keadaban.  

Seni merupakan medium yang strategis untuk menyampaikan nilai-nilai kebajikan. Ada banyak cara yang digunakan, mulai dari film, lagu, buku, puisi, hingga lukisan. 

Terakhir, dia menyebut dalam setiap kondisi, seniman Muslim harus tetap memikirkan strategi dan cara apa yang harus diambil untuk tetap bisa menyampaikan nilai-nilai positif kepada khalayak luas. 

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA