Monday, 22 Zulqaidah 1441 / 13 July 2020

Monday, 22 Zulqaidah 1441 / 13 July 2020

PFA Sindir Komentator yang Bersikap Rasialis

Selasa 30 Jun 2020 19:55 WIB

Rep: Anggoro Pramudya/ Red: Agung Sasongko

Liga Primer Inggris.

Liga Primer Inggris.

Foto: EPA-EFE/ANDY RAIN
Ada bias yang tidak disadari dalam olahraga.

REPUBLIKA.CO.ID, LONDON -- Asosiasi Pesepak Bola Profesional alias (PFA) meminta komentator sepak bola untuk selalu berimbang atau pun bersikap adil dalam membahas suatu pemain di dalam pertandingan.

Baca Juga

Aksi rasialisme tak hanya terjadi di atas lapangan pun tribun penonton. Terbaru, perusahan penelitian asal Denmark, RunRepeat, yang bekerja sama dengan PFA menurunkan kabar jika terdapat perbedaan komentar antara pemain kulit putih dengan kulit hitam.

"Pujian terus menerus untuk pemain dengan warna kulit yang lebih terang untuk tingkat keterampilan, kepemimpinan dan kemampuan kognitif mereka dikombinasikan dengan kritik terus-menerus untuk pemain dengan warna kulit yang lebih gelap cenderung mempengaruhi persepsi publik menonton sepak bola," kata para peneliti dilansir BBC Sport, Selasa (30/6).

Sementara itu, Eksekutif kesetaraan PFA Jason Lee menyebut para komentator perlu mengumpulkan informasi lebih dalam daripada hanya berbicara tentang fakta dan angka pemain di atas lapangan. Ia pun percaya ada bias yang tidak disadari dalam olahraga.

"Jika Anda menggambarkan dua jenis pemain, satu berwarna putih dan satu hitam, dan mereka berdua melakukan hal yang persis sama, namun untuk pemain hitam Anda mengambil sisi negatifnya," kata Jason Lee 

"Maksud saya adalah pemain kulit hitam akan dianggap memiliki kecepatan dan kekuatan dan agresi, sedangkan pemain kulit putih akan memiliki kecerdikan dan kreativitas dan tekad, sifat yang berbeda," sambung dia.

Adapun penelitian ini dilakukan dengan cara mengumpulkan rekaman komentar pertandingan siaran langsung televisi berbahasa Inggris dari 80 pertandingan selama musim 2019/2020.

Adapun 2.074 pernyataan dianalisi, yang terkait dengan 643 pemain. Hasilnya, ditemukan bahwa komentator 6,59 kali lebih sering mengomentari kekuatan pemain berwana kulit putih. Hal tersebut menjadi bukti nyata terdapat stereotip terhadap para pemain berkulit gelap.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA