Thursday, 18 Zulqaidah 1441 / 09 July 2020

Thursday, 18 Zulqaidah 1441 / 09 July 2020

Selandia Baru Umumkan KTT APEC 2021 Digelar Virtual

Selasa 30 Jun 2020 18:22 WIB

Red: Nora Azizah

Sebagai tuan rumah, Selandia Baru akan menggunakan platform virtual digital untuk memfasilitasi Konferensi Tingkat Tinggi Kerja Sama Ekonomi Asia-Pasifik (KTT APEC) tahun 2021 (Foto: Perdana Menteri Selandia Baru, Jacinda Ardern)

Sebagai tuan rumah, Selandia Baru akan menggunakan platform virtual digital untuk memfasilitasi Konferensi Tingkat Tinggi Kerja Sama Ekonomi Asia-Pasifik (KTT APEC) tahun 2021 (Foto: Perdana Menteri Selandia Baru, Jacinda Ardern)

Foto: EPA-EFE/Boris Jancic
Platform virtual dipakai merujuk pada ketidakpastian mobilisasi di tengah pandemi.

REPUBLIKA.CO.ID, SYDNEY -- Sebagai tuan rumah, Selandia Baru akan menggunakan platform virtual digital untuk memfasilitasi Konferensi Tingkat Tinggi Kerja Sama Ekonomi Asia-Pasifik (KTT APEC) tahun 2021. Perdana Menteri Jacinda Ardern pada Selasa (30/6), mengatakan, platform virtual dipakai merujuk pada ketidakpastian mobilisasi di tengah pandemi Covid-19.

"Apa yang kami lakukan adalah memutuskan bahwa sesungguhnya demi kepastian, marilah merencanakan pertemuan secara virtual, dengan begitu, berarti kita tidak perlu mengeluarkan biaya tambahan, tidak akan juga menambah disrupsi yang sudah ada saat ini akibat COVID-19," kata Ardern dalam pertemuan media di Wellington.

APEC adalah forum kerja sama kawasan Samudra Pasifik dengan 21 anggota, yakni Amerika Serikat, Australia, Brunei Darussalam, Chile, China, Filipina, Hong Kong, Indonesia, Jepang, Kanada, Korea Selatan, Malaysia, Meksiko, Papua Nugini, Peru, Rusia, Selandia Baru, Singapura, Taiwan, Thailand, dan Vietnam.

Sebelumnya pada Juni ini, Selandia Baru sudah mencabut semua aturan pembatasan sosial dan ekonomi setelah mengumumkan negaranya bebas wabah COVID-19. Sementara banyak negara masih bergelut membendung penyebaran wabah tersebut. Ardern menyebut Selandia Baru belum mempunyai rencana untuk membuka perbatasan negara selagi angka infeksi negara-negara di dunia masih tinggi.

"Ada waktunya nanti pada masa mendatang kita akan membuka kembali wilayah negara. Membukanya saat ini, ketika situasi di luar semakin memburuk, adalah keputusan berbahaya," ujar dia.

Sejauh ini, negara yang berada di kawasan Pasifik itu berhasil menghindari keparahan wabah COVID-19. Selandia Baru mencatat sekitar 1.200 kasus infeksi dan 22 kematian, relatif sangat rendah dibandingkan negara-negara lain di dunia. Pandemi COVID-19 juga memaksa Malaysia, sebagai tuan rumah KTT APEC 2020, untuk menunda rangkaian pertemuan pendahuluan, namun acara inti tetap akan digelar pada November tahun ini.

Baca Juga

sumber : Reuters/Antara
BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA TERKAIT

 

BERITA LAINNYA