Thursday, 25 Zulqaidah 1441 / 16 July 2020

Thursday, 25 Zulqaidah 1441 / 16 July 2020

Sebanyak 7 Perusahaan Dipastikan Relokasi ke Indonesia

Selasa 30 Jun 2020 17:34 WIB

Rep: Iit Septyaningsih/ Red: Fuji Pratiwi

Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Bahlil Lahadalia. Sebanyak tujuh perusahaan asing asal Amerika Serikat (AS), Jepang, Taiwan, dan Korea Selatan telah dipastikan bakal merelokasi usahanya di Tanah Air.

Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Bahlil Lahadalia. Sebanyak tujuh perusahaan asing asal Amerika Serikat (AS), Jepang, Taiwan, dan Korea Selatan telah dipastikan bakal merelokasi usahanya di Tanah Air.

Foto: Republika/Iit Septyaningsih
BKPM meyakinkan perusahaan itu Indonesia menjadi lokasi tepat bagi pabriknya.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Indonesia memfasilitasi relokasi investasi berbagai perusahaan asing yang keluar dari China. Sebanyak tujuh perusahaan asing asal Amerika Serikat (AS), Jepang, Taiwan, dan Korea Selatan telah dipastikan bakal merelokasi usahanya di Tanah Air. 

Baca Juga

Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Bahlil Lahadalia menjelaskan, proses menarik investasi tujuh perusahaan ini dilakukan secara intensif. Secara khusus, BKPM membentuk tim satuan tugas (satgas) khusus relokasi investasi.

Tim tersebut kemudian mengawal perizinan perusahan mulai dari kementerian atau lembaga terkait hingga pemerintah daerah. "Kami langsung ketuk pintu perusahaan satu per satu, untuk meyakinkan Indonesia menjadi lokasi tepat bagi pabriknya," ujar Bahlil melalui siaran pers pada Selasa (30/6). 

Menurutnya, BKPM harus bekerja kreatif dan responsif. "Kita lakukan pendekatan yang tidak biasa. Alhamdulillah sudah ada hasilnya di tahap awal ini," ujar Bahlil.

Bahlil menyebutkan, ketujuh perusahaan yang merelokasi investasi yaitu Alpan Lighting (PT CDS Asia) dari AS yang bergerak di bidang usaha industri lampu dengan tenaga surya. Kemudian Sagami Electric (PT Sagami Indonesia) dari Jepang, bidang usaha industri komponen elektronika. 

Selanjutnta Denso (PT Denso Indonesia) dari Jepang, bidang usaha industri suku cadang kendaraan bermotor. Kemudian Panasonic (PT Panasonic Manufacturing Indonesia) dari Jepang yang bergerak di bidang usaha industri barang elektronika, lalu Meiloon (PT Meiloon Technology Indonesia) dari Taiwan, bidang usaha industri speaker, audio dan video elektronik. 

Disusul Kenda Tire (PT Kenda Rubber Indonesia) dari Taiwan di bidang usaha industri ban. Berikutnya LG Electronics (PT LG Electronics Indonesia) dari Korea Selatan, bidang usaha industri perlengkapan elektronik. 

 

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA