Sunday, 14 Zulqaidah 1441 / 05 July 2020

Sunday, 14 Zulqaidah 1441 / 05 July 2020

MUI Anjurkan Masyarakat Berkurban Hewan Tahun Ini

Selasa 30 Jun 2020 12:14 WIB

Rep: arie lukihardianti/ Red: Hiru Muhammad

Rumah Zakat menyalurkan daging kurban untuk Muslim Rohingya.

Rumah Zakat menyalurkan daging kurban untuk Muslim Rohingya.

Foto: Rumah Zakat
Rumah Zakat memberi peluang ke masyarakat menjadi duta kurban.

REPUBLIKA.CO.ID, BANDUNG -- Ibadah kurban bisa menjadi solusi ketahanan pangan pada masa pandemi Covid-19. Oleh karena itu, menurut Wakil Sekretaris Majelis Ulama Indonesia (MUI) KH Arwani Faishol, umat Muslim sangat dianjurkan untuk melaksanakan ibadah kurban pada masa pandemi ini.

"Hukum kurban adalah sunnah muakad, sangat dianjurkan. Pada masa pandemi ini, kita bisa menganggapnya menjadi wajib," ujar Arwani pada launching program kurban dan aplikasi Digital Islamic Style (DIS) Rumah Zakat, Selasa (30/6).

Seperti diketahui, pandemi Covid-19 menyebabkan goncangan besar terhadap sektor ekonomi dan berpotensi menyebabkan kerawanan pangan. Pasalnya, menurut dia, pandemi Covid-19 sudah menyebabkan banyak orang kehilangan pekerjaan dan kesulitan ekonomi. Jumlah masyarakat miskin pun terus bertambah. Ancaman ketahanan pangan pun terus mengintai.

"Ini adalah momentum yang tepat untuk berbagi dengan sesama melalui kurban. Masyarakat tidak mampu dan terdampak Covid-19 perlu refresh makanan dengan protein hewani," katanya.

Arwani juga berpesan agar jangan menjadikan alasan pandemi untuk mengganti hewan kurban dengan uang. Menurut dia, kurban tetap harus dilakukan dengan memotong hewan dan dibagikan dalam bentuk daging.

Seperti diketahui, Food and Agriculture Organization (FAO) sempat merilis laporan terkait ancaman serius kerawanan pangan dan nutrisi akibat pandemi Covid-19. Goncangan ekonomi yang diakibatkan oleh pandemi Covid-19 mengancam ekonomi dan akses terhadap makanan. 

Sementara itu, menurut Chief Executive Officer (CEO) Rumah Zakat Nur Efendi, Rumah Zakat juga ingin memberikan peluang kepada masyarakat terdampak pandemi untuk menjadi produktif melalui duta kurban. Dengan menjadi duta kurban, masyarakat akan mendapatkan pendapatan tambahan dari penjualan program kurban untuk kebutuhan ibadah pekurban Rumah Zakat. 

"Selain untuk mensyiarkan kebermanfaatan kurban sebanyak-banyaknya, melalui duta kurban ini kita sekaligus ingin menggerakan kembali perekonomian masyarakat yang terdampak Covid-19," kata Nur.

Untuk bergabung menjadi duta kurban, menurut dia, masyarakat tinggal mengakses https://dutaqurban.rumahzakat.org/ kemudian mengikuti alur dan persyaratan yang ada di halaman tersebut. 

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA