Friday, 26 Zulqaidah 1441 / 17 July 2020

Friday, 26 Zulqaidah 1441 / 17 July 2020

PBNU Desak Pemerintah Siapkan Langkah untuk Rohingya

Selasa 30 Jun 2020 12:22 WIB

Rep: Imas Damayanti/ Red: Muhammad Hafil

PBNU Desak Pemerintah Siapkan Langkah untuk Rohingya. Foto: Sejumlah etnis Rohingya menunggu di ruangan setelah menjalani pemeriksaan kesehatan dan identifikasi di tempat penampungan sementara di bekas kantor Imigrasi Punteuet, Blang Mangat, Lhokseumawe, Aceh, Jumat (26/6/2020). Hasil identifikasi dan pemeriksaan tes diagnosa cepat (rapid test) COVID-19 menyatakan sebanyak 99 orang etnis Rohingya dinyatakan non reaktif.

PBNU Desak Pemerintah Siapkan Langkah untuk Rohingya. Foto: Sejumlah etnis Rohingya menunggu di ruangan setelah menjalani pemeriksaan kesehatan dan identifikasi di tempat penampungan sementara di bekas kantor Imigrasi Punteuet, Blang Mangat, Lhokseumawe, Aceh, Jumat (26/6/2020). Hasil identifikasi dan pemeriksaan tes diagnosa cepat (rapid test) COVID-19 menyatakan sebanyak 99 orang etnis Rohingya dinyatakan non reaktif.

Foto: ANTARA/RAHMAD
Pemerintah perlu memikirkan nasib pengungsi etnis Rohingya.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA – Sejumlah organisasi masyarakat (ormas) Islam mendesak pemerintah menyiapkan langkah kemanusiaan untuk pengungsi Rohingya. Setelah warga Aceh kembali menolong pengungsi Rohingya beberapa waktu lalu, pemerintah pun dinilai perlu untuk mengambil sikap politik di kancah internasional.

Baca Juga

Ketua Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Marsudi Syuhud mengatakan, Pemerintah Indonesia sudah seharusnya mengambil sikap untuk menentukan nasib pengungsi Rohingya yang berada di Indonesia. Posisi politik Indonesia di kancah internasional pun perlu digunakan untuk memastikan nasib pengungsi Rohingya kelak.

"Indonesia perlu ambil sikap politik supaya bisa diurus (nasib pengungsi Rohingya) oleh pemerintah (Myanmar)-nya," kata Marsudi saat dihubungi Republika, Senin (29/6) malam.

Indonesia, dia melanjutkan, perlu aktif membantu pengungsi Rohingya dengan lanadasan undang-undang yang ada di Indonesia serta sesuai dengan aturan internasional. Sikap politik Indonesia secara internasional untuk pengungsi Rohingnya juga diupayakan untuk mengetahui dan menetapkan status mereka.

"Jika tidak diurus, nanti (pengungsi Rohingnya) bisa lari ke sana-ke sini tanpa identitas yang jelas," ujarnya.

Pasalnya, dia menjelaskan, sudah menjadi kewajiban bagi Indonesia untuk menolong pengungsi Rohingya. Dalam hal ini, kapasitas menolong oleh Indonesia pun harus disesuaikan dengan aturan yang ada, baik melalui Kementerian Luar Negeri yang telah memiliki hubungan dengan negara-negara lain maupun oleh instansi lainnya.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA

 
 

TERPOPULER