Sunday, 14 Zulqaidah 1441 / 05 July 2020

Sunday, 14 Zulqaidah 1441 / 05 July 2020

Dukung LGBT, Unilever Harus Siap Ditinggal Konsumen Muslim

Selasa 30 Jun 2020 10:05 WIB

Rep: Ali Yusuf/ Red: Muhammad Akbar

Logo unilever

Logo unilever

Foto: wikipedia
Unilever harus bersiap-siap apabila produknya tidak lagi digunakan oleh banyak pihak

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Dukungan Unilever Indonesia terhadap lesbian, gay, biseksual, transgender (LGBT) mendapat respon negatif masyarakat. Unilever diminta untuk mencabut dukungannya jika tidak ingin kehilangan konsumennya, terutama dari komunitas muslim.

"Unilever harus bersiap-siap apabila produknya tidak lagi digunakan oleh banyak pihak di Indonesia," kata pemerhati sosial masyarakat, Frans Saragih, saat dihubungi Republika.co.id, Selasa (30/6).

Dia mengatakan dukungan ini tentunya menjadi perhatian dari kalangan semua penganut agama. Dukungan Unilever terhadap LGBT ini, kata dia, cukup menarik perhatian masyarakat serta menimbulkan tanda tanya yang cukup besar.

"Mengapa Unilever melakukan itu?" katanya.

Sebagaimana diketahui Indonesia merupakan salah satu pasar terbesar Unilever.  Masyarakat Indonesia adalah masyarakat majemuk tapi sangat menjunjung tinggi norma norma Agama.

"Tidak ada satu agama manapun yang mendukung LGBT," katanya.

Frans mengatakan, wajar saja dukungan Unilever itu langsung menuai reaksi yang kurang baik. Unilever, kata dia, harus bersiap apabila produknya tidak lagi digunakan oleh banyak pihak di Indonesia.

"Karena dalam anggapan masyarakat, menggunakan produk Unilever memiliki efek domino mendukung LGBT, dan ini bertentangan dengan norma norma agama yang berkembang di Indonesia," katanya.

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA