Thursday, 25 Zulqaidah 1441 / 16 July 2020

Thursday, 25 Zulqaidah 1441 / 16 July 2020

Uni Emirate Arab Salurkan Bantuan Covid-19 ke 70 Negara

Selasa 30 Jun 2020 08:56 WIB

Rep: Fergi Nadira/ Red: Nur Aini

Uni Emirat Arab (UEA) memberikan 1 juta bantuan medis ke 70 negara, Senin (29/6)

Uni Emirat Arab (UEA) memberikan 1 juta bantuan medis ke 70 negara, Senin (29/6)

Foto: Kedubes UEA Jakarta
UEA mengirimkan lebih dari 1.000 ton bantuan medis untuk atasi pandemi Covid-19

REPUBLIKA.CO.ID, ABU DHABI -- Uni Emirat Arab (UAE) meningkatkan komitmennya untuk memperkuat kerja sama internasional dengan membantu lebih dari satu juta pekerja medis di seluruh dunia. Adapun bantuan tersebut berupa lebih dari 1.000 ton alat pelindung diri (APD), dan bantuan medis lain serta makanan dalam upaya mengatasi pandemi Covid-19. Bantuan dari UAE disebarkan ke 70 negara yang membutuhkan.

Baca Juga

Menteri Negara untuk Kerja Sama Internasional UEA, Reem binti Ibrahim Al Hashimy mengatakan, komitmen UEA sejak berdirinya adalah mengupayakan kerja sama bersahabat dan menggalang solidaritas dengan negara-negara lain. UEA, kata dia, meyakini bahwa semua negara harus mengenyampingkan kepentingan maupun perbedaan dalam upaya mendukung persatuan dan kebaikan umat manusia yang lebih besar. 

"Hari ini menjadi tonggak sejarah dalam upaya membantu satu juta tenaga medis sebagai bentuk komitmen UEA untuk memperluas kerja sama dengan dunia, terlepas dari agama, ras, atau ideologi penerima," ujar Reem dalam keterangan pers yang diterima Republika.co.id, Selasa (30/6).

Dia menyampaikan bahwa visi yang jelas dari Yang Mulia Sheikh Khalifa bin Zayed Al Nahyan, Presiden UEA, Yang Mulia Sheikh Mohammed bin Rashid Al Maktoum, Wakil Presiden, Perdana Menteri dan Penguasa Dubai; dan Yang Mulia Sheikh Mohammed bin Zayed Al Nahyan, Putra Mahkota Abu Dhabi dan Wakil Panglima Tertinggi Angkatan Bersenjata UEA, tidak surut saat pandemi ini melanda dunia. Justru mereka melipatgandakan upaya dalam membantu semua pihak yang membutuhkan sesuai dengan apa yang negara bisa, karena negara tersebut juga mengelola tantangan kita sendiri. 

"Dengan nilai-nilai penghormatan terhadap kemanusiaan kita bersama, dan keinginan untuk membantu mereka yang membutuhkan, UEA menegaskan kembali visi Yang Mulia Sheikh Zayed bin Sultan Al Nahyan, Bapak Pendiri UEA, yang percaya pada tanggung jawab kolektif untuk membantu sesama," ujarnya.

Sejak munculnya pandemi Covid-19, UEA menjadi pemimpin dalam upaya kemanusiaan global untuk membendung penyebaran virus. Sebagai donor bantuan CoVid-19 asing paling aktif di dunia, UEA telah memastikan bahwa jangkauan geografis bantuannya tidak mengenal batas ras atau agama. UEA berkomitmen memberikan bantuan pada saat dibutuhkan untuk 70 negara, termasuk China, Italia, Inggris, Iran, Pakistan, Brasil, Rusia, Yaman, dan Afghanistan.

Selain itu, UEA bermitra dengan banyak organisasi internasional untuk meningkatkan efektivitas dan jangkauan bantuan kemanusiaan. Pusat kemanusiaan terbesar di dunia, yaitu Kota Kemanusiaan Internasional Dubai (DIHC), telah menggerakkan respons Covid-19 atau sekitar 80 persen pasokan yang disediakan oleh Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) transit melalui area tersebut. Dengan memanfaatkan posisi geografis UEA dan infrastruktur logistik yang sangat baik, DIHC berfungsi sebagai platform bantuan yang strategis. 

Sebagai informasi, pada 4 Mei, UEA bekerja sama dengan Program Pangan Dunia PBB (WFP) dalam meluncurkan program “jembatan udara internasional” untuk menyediakan jalur bagi kesehatan esensial dan pasokan kemanusiaan bagi negara-negara yang berjuang menghadapi dampak Covid-19. Di saat yang sama, UEA juga mengambil bagian dalam konferensi global yang diadakan oleh para pemimpin Eropa untuk mengumpulkan 7,5 miliar euro untuk menemukan, memproduksi, dan mendistribusikan vaksin untuk Covid-19.

Selain itu, sejalan dengan upaya UEA untuk berkontribusi pada komunitas ilmiah global tentang CoVid-19, UEA telah berbagi sekuensing genom (genomic sequencing) dan data mutasi dengan berbagai basis data global, termasuk sumber terbuka genom CoVid-19 berbasis data Nexstrain, untuk membantu para ilmuwan di seluruh dunia dalam melacak penyebaran wabah. Melalui penyediaan APD, berbagi informasi tentang urutan genetik, dan memastikan bahwa vaksin sampai kepada semua pihak yang membutuhkan, UEA akan terus menjadi mitra yang andal sekaligus suara untuk kebaikan.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA