Monday, 22 Zulqaidah 1441 / 13 July 2020

Monday, 22 Zulqaidah 1441 / 13 July 2020

Maduro Usir Utusan Uni Eropa Pergi dari Venezuela

Selasa 30 Jun 2020 07:44 WIB

Rep: Rizky Jaramaya/ Red: Nur Aini

Presiden Venezuela Nicolas Maduro

Presiden Venezuela Nicolas Maduro

Foto: EPA-EFE/Miguel Gutierrez
Uni Eropa sebelumnya menjatuhkan sanksi kepada sejumlah pejabat Venezuela

REPUBLIKA.CO.ID, CARACAS -- Presiden Venezuela, Nicolas Maduro memerintahkan utusan Uni Eropa, Isabel Brilhante Pedrosato untuk pergi meninggalkan negaranya dalam waktu 72 jam. Pengusiran tersebut terjadi setelah Uni Eropa memberikan sanksi kepada sejumlah pejabat Venezuela.

Baca Juga

"Saya telah memutuskan untuk memberikan waktu kepada duta besar Uni Eropa selama 72 jam untuk meninggalkan negara ini," ujar Maduro dalam sebuah pidato yang disiarkan di televisi.

Maduro menambahkan, Pedrosato akan diizinkan menggunakan pesawat untuk meninggalkan Venezuela. Perintah Maduro dilakukan beberapa jam setelah Dewan Uni Eropa pada hari Senin menjatuhkan sanksi terhadap 11 pejabat Venezuela, termasuk anggota parlemen, seorang hakim dan seorang kepala militer senior.

Sanksi tersebut dijatuhkan karena mereka bertindak melawan Majelis Nasional, yang didominasi oleh oposisi. Mereka yang terkena sanksi diakui oleh pemerintah Maduro tetapi tidak diakui oleh anggota Majelis. Sanksi tersebut termasuk larangan perjalanan dan pembekuan aset. Sejauh ini, sebanyak 36 pejabat Venezuela yang memiliki hubungan dengan pemerintah Maduro telah menghadapi sanksi.

Menurut Dewan Uni Eropa, 11 orang yang mendapat sanksi secara khusus bertanggung jawab karena bertindak melawan fungsi demokrasi Majelis Nasional, termasuk mencabut kekebalan parlemen dari beberapa anggotanya. Dewan juga menuding mereka menciptakan hambatan untuk solusi politik dan demokratis untuk krisis di Venezuela.

Amerika Serikat (AS) telah menjatuhkan banyak putaran sanksi terhadap Venezuela sebagai tanggapan terhadap perkembangan politik di negara tersebut. Pada 23 Januari 2019, pemimpin oposisi Juan Guaido menyatakan dirinya sebagai presiden sementara Venezuela, dan mengecam pemerintahan Maduro sebagai tidak demokratis. Guaido menyerukan pemecatan Maduro. Sejak saat itu, beberapa upaya telah dilakukan untuk menggulingkan Maduro dari kekuasaan, namun gagal.

Tahun lalu, AS juga memberlakukan sanksi terhadap perusahaan minyak dan gas alam Venezuela, PDVSA. Belum lama ini, pemerintahan Trump menjatuhkan sanksi kepada tiga individu yang berbasis di Meksiko karena menjual minyak mentah dari Venezuela. 

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA