Selasa 30 Jun 2020 07:21 WIB

BKPM Pastikan Realisasi Investasi Hyundai Motor Tetap Berjal

Hyundai akan impor mesin produksi dan datangkan tenaga ahli untuk pembangunan pabrik.

Rep: Iit Septyaningsih/ Red: Friska Yolandha
Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) memastikan investasi PT Hyundai Motor Manufacturing Indonesia (HMMI) asal Korea Selatan tetap berjalan. Tahap konstruksi proyek senilai 1,55 miliar dolar AS ini pun diyakini mampu melampaui target yang direncanakan.
Foto: Flickr
Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) memastikan investasi PT Hyundai Motor Manufacturing Indonesia (HMMI) asal Korea Selatan tetap berjalan. Tahap konstruksi proyek senilai 1,55 miliar dolar AS ini pun diyakini mampu melampaui target yang direncanakan.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) memastikan investasi PT Hyundai Motor Manufacturing Indonesia (HMMI) asal Korea Selatan tetap berjalan. Tahap konstruksi proyek senilai 1,55 miliar dolar AS ini pun diyakini mampu melampaui target yang direncanakan.

Kepala BKPM Bahlil Lahadalia mengapresiasi komitmen para investor, terutama dari Korea Selatan, karena merealisasikan investasinya. Sejalan dengan itu, BKPM juga memastikan komitmennya dalam melakukan pengawalan investasi, di antaranya memfasilitasi perizinan, bahan baku, serta menangani persoalan lahan.  

Baca Juga

“Saya selalu berusaha menyelesaikan permasalahan investasi dengan tangan saya secara langsung. Ini merupakan bentuk komitmen pemerintah Indonesia menjaga hubungan baik dengan investor dari Korea Selatan," ujar Bahlil melalui siaran pers, Senin (29/6).

BKPM, lanjutnya, sudah mulai mendampingi investasi Hyundai sejak penandatanganan nota kesepahaman hingga meninjau lokasi. "Presiden Joko Widodo juga sampaikan terima kasih dan apresiasi kepada Hyundai yang tetap merealisasikan investasi di tengah Covid-19 ini,” jelas Bahlil. 

Presiden Hyundai Asia Pacific Lee Young Tack menyampaikan, saat ini perkembangan pembangunan pabrik HMMI sudah mencapai 22 persen. Ini membuktikan kemampuan perusahaan melebihi target, karena rencana konstruksi semestinya baru 20 persen pada tahap sekarang. 

“Kami berterima kasih atas bantuan pemerintah Indonesia. BKPM sangat mendorong kami tetap beroperasi selama masa Covid-19 dan juga telah meminta pemerintah daerah mendukung investasi Hyundai agar tetap berjalan," tutur Lee Young Tack.

Selanjutnya, kata dia, Hyundai akan mengimpor mesin-mesin produksi serta mendatangkan tenaga ahli dari Korea Selatan demi pembangunan pabriknya. Sementara, BKPM terus melakukan koordinasi intensif dengan Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Seoul dan Kementerian/Lembaga terkait di Indonesia.

“Kami dibantu oleh BKPM untuk kemudahan proses rekomendasi visa dan izin impor mesin-mesin. Kami akan menjadwal ulang rencana groundbreaking yang semula akan diadakan pada April 2020, namun ditunda karena adanya pandemi Covid-19,” jelas dia.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement