Sunday, 14 Zulqaidah 1441 / 05 July 2020

Sunday, 14 Zulqaidah 1441 / 05 July 2020

India Blokir Tiktok Hingga Bigo, China Kehilangan Pengguna

Selasa 30 Jun 2020 07:07 WIB

Rep: Rizky Jaramaya/ Red: Nur Aini

Aplikasi media sosial asal China, TikTok.

Aplikasi media sosial asal China, TikTok.

Foto: TikTok
India melarang aplikasi ponsel dari China setelah bentrokan militer di perbatasan.

REPUBLIKA.CO.ID, NEW DELHI -- India melarang penggunaan aplikasi ponsel dari China setelah meletusnya krisis di perbatasan. Kementerian Informasi menyatakan aplikasi yang dilarang antara lain Tiktok, UC Browser Wechat, dan Bigo Live, serta platform e-commerce Club Factory dan Shein.

Baca Juga

"Aplikasi terlibat dalam kegiatan yang merugikan kedaulatan dan integritas India, pertahanan India, keamanan negara, dan ketertiban umum. Larangan itu adalah langkah yang ditargetkan untuk memastikan keamanan dan kedaulatan dunia maya India," ujar Kementerian Informasi, dilansir Aljazirah.

Langkah pelarangan aplikasi tersebut diambil setelah ada beberapa pengaduan ke Kementerian Informasi mengenai pencurian data dan pelanggaran privasi pengguna. Dengan kebijakan tersebut, Google dan Apple harus menghapus aplikasi yang dilarang dari Play Store dan IOS Store.

HR Venkatesh, dari Boom Factcheck, sebuah situs pengecekan fakta yang berbasis di New Delhi, mengatakan bahwa aplikasi yang dilarang memiliki pengguna yang sangat besar di India. Larangan itu dapat berdampak sangat signifikan dalam masyarakat.

"Terutama, dengan popularitas mereka di antara orang-orang pinggiran India dan orang-orang yang mulai menemukan kepribadian mereka dan mampu mengekspresikan diri mereka sendiri," ujar Venkatesh.

Keputusan India melarang aplikasi buatan China dilaterbelakangi oleh ketegangan dengan pasukan China di Ladakh timur, Himalaya. Pasukan India dan pasukan China terlibat bentrokan pada 15 Juni di Lembah Galwan. Dalam bentrokan itu, India kehilangan 20 orang anggota militer, sementara China hingga kini belum merilis jumlah kerugian yang dialami.

Kematian itu memicu kemarahan besar dan protes jalanan di India. Sentimen anti-China telah lama membara di India karena impor murah yang membanjiri negara itu. Namun, bentrokan perbatasan telah membawa peningkatan ketegangan dengan seruan untuk memboikot produk-produk China.

Bea cukai India di pelabuhan sejak pekan lalu menahan peti kemas yang datang dari China, termasuk produk Apple, Cisco, dan Dell. Ponsel China memiliki pangsa pasar hampir 65 persen, sementara aplikasi seperti Tiktok dan Helo populer di kalangan anak muda India. Di antara aplikasi lain yang telah dilarang adalah Wechat, yang telah diunduh lebih dari 100 juta kali di Android Google, UC Browser, Alibaba, dan dua aplikasi Xiaomi.

Larangan penggunaan aplikasi China menjadi batu sandungan besar bagi perusahaan-perusahaan seperti Bytedance yang berbasis di Beijing. Perusahaan yang memiliki rencana untuk menginvestasikan 1 miliar dolar AS di India itu membuka pusat data lokal dan meningkatkan lapangan kerja di negara tersebut. 

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA