Sunday, 14 Zulqaidah 1441 / 05 July 2020

Sunday, 14 Zulqaidah 1441 / 05 July 2020

In Picture: Menjaga Asa Prestasi di Tengah Pandemi

Selasa 30 Jun 2020 06:25 WIB

Rep: Aditya Pradana Putra/ Red: Yogi Ardhi

Foto: ANTARA/ADITYA PRADANA PUTRA

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Pandemi Covid-19 mengubah kebiasaan lama selama ini dalam interaksi sosial warga. Hampir semua bidang, ekonomi, budaya, pendidikan, dan sektor olah raga tak terkecuali juga merasakan dampaknya. 

Deretan ajang olah raga baik nasional maupun internasional mengalami penundaan hingga pembatalan akibat adanya kekhawatiran adanya penularan virus corona itu. Pekan Olah Raga Nasional (PON) X Papua hingga ajang multicabang terakbar sejagad Olimpiade yang rencananya digelar di Tokyo menjadi dua dari sekian banyak perhelatan yang akhirnya ditunda hingga 2021 mendatang.

Adanya pandemi COVID-19 ini mengacaukan semua itu. OLimpiade diundur hingga tahun depan. Kepastian penyelenggaraan Pekan Olahraga Nasional masih menunggu kepastian.  

Adaptasi dengan keadaan yang berubah selama pandemi ini ditempuh oleh tim pelatih sejumlah cabang olah raga. Terutama pola latihan yang selama ini selalu terpusat. 

Program latihan dikemas berbeda menyesuaikan kondisi yang tidak ideal saat ini, salah satunya latihan bersama dengan menggunakan layanan konferensi video di rumah masing-masing atlet.

Dipimpin pelatih kepala Shin Tae-yong yang berada di Korea Selatan, Tim Nasional U-19 sepak bola melakukan program tersebut selama pemusatan latihan dalam menghadapi Piala AFC U-19 2020 dan Piala Dunia U-20 2021.

Dari rumahnya yang berada di Gunung Putri, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, striker Timnas u-19 yang juga pemain tim yunior klub Persija Jakarta, Sutan Zico melakukan latihan jarak jauh tersebut.

Berlatih secara mandiri di rumah juga menjadi pilihan bagi sejumlah atlet dalam menjaga performa mereka. Petinju kelas 75 kilogram, Michael Muskita menjalaninya sendiri di perumahan tempat dia tinggal di Desa Sumur Batu, Babakan madang, Kabupaten Bogor. Taman yang kondisinya kurang terawat menjadi sasana darurat bagi Michael agar siap menghadapi Kejuaraan Duia Tinju di Prancis sekaligus sebagai kualifikasi Olimpiade Tokyo. 

Seperti Michael si ‘Nyong Ambon’, berlatih mandiri juga dilakukan oleh pewushu Nadya Permata. Peraih dua perak dalam nomor taolu Kejuaran Dunia Wushu Junior 2018 itu melakukannya di lingkungan apartemen tempat dia tinggal di bilangan Kelapa Gading, Jakarta Utara. Lolos dalam PON X Papua menjadi ambisi Nadya setelah beralih dari kelas yunior ke senior. 

Meski nomor andalannya tidak dipertandingkan dalam Olimpiade Tokyo mendatang, taekwondoin Defia Rosmaniar juga pantang surut berlatih saat masa pandemi ini. Demi menjaga kondisi badannya, atlet asal Bogor itu terus berlatih mandiri di rumah yang baru dia beli usai sukses besar dalam Asian Games 2018 Jakarta-Palembang. Tampil maksimal dalam PON X Papua, Islamic Solidarity Games, dan Sea Games pada 2021 mendatang merupakan motivasi bagi Defia untuk tetap optimal berlatih, meski dengan kondisi seadanya.

Di sebuah desa di selatan Kabupaten Indramayu, Jawa Barat, Lena dan Leni, saudara kembar andalan tim sepak takraw Indonesia menjalani latihan secara mandiri. Kawasan persawahan dan gelanggang olah raga sederhana menjadi kawah candradimuka bagi peraih medali perak Sea Games 2019 dalam menempa diri demi memperbaiki peringkat dalam pesta olah raga serupa setahun mendatang di Vietnam.

Kondisi berbeda terjadi pada cabang menembak. Karena minim kontak dengan pihak luar tim, Pelatnas kedua cabang menembak tetap berlangsung di Lapangan Tembak Senayan, Jakarta. Meski sudah memastikan satu tiket Olimpiade melalui petembak Vidya Rafika, latihan dengan protokol kesehatan lebih ketat terus digenjot agar target menambah wakil dalam Olimpiade dapat tercapai. 

Seperti cabang menembak, Pelatnas dayung juga tetap berjalan selama masa pandemi ini di Waduk Jatiluhur, Kabupaten Purwakarta, Jawa Barat. Jauh dari kawasan permukiman dan pusat kota serta minim interaksi dengan masyarakat umum, menjadi alasan Pelatnas cabang ini tetap berjalan agar dapat memenuhi target mengirimkan wakil dalam Olimpiade Tokyo. 

Meski demikian, kewaspadaan tetap dilakukan dengan menjalankan protokol kesehatan yang lebih ketat seperti larangan bepergian, termasuk pulang ke kampung halaman setiap atlet. Suasana haru sempat terjadi pada beberapa atlet yang belum bisa pulang bertemu keluarga mereka saat Idul Fitri pada Mei 2020 lalu. Namun, rasa rindu tersebut harus para atlet tahan demi upaya mereka dalam memelihara mimpi di tengah pandemi ini.

 

Sumber : Antara Foto

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA