Friday, 26 Zulqaidah 1441 / 17 July 2020

Friday, 26 Zulqaidah 1441 / 17 July 2020

Live Instagram di Iran Meningkat, Bicarakan Hal Tabu

Selasa 30 Jun 2020 05:05 WIB

Rep: Ratna Ajeng Tejomukti/ Red: Ani Nursalikah

Live Instagram di Iran Meningkat, Bicarakan Hal Tabu.

Live Instagram di Iran Meningkat, Bicarakan Hal Tabu.

Foto: EPA
Live Instagram di Iran mengangkat masalah seksual hingga topik yang kasar.

REPUBLIKA.CO.ID, TEHERAN -- Selama tiga bulan terakhir, Iran adalah negara Timur Tengah yang paling parah terkena virus corona. Iran pun harus mengalami lockdown sehingga banyak orang, seperti di tempat lain di dunia, beralih ke internet untuk mencari kesibukan.

Baca Juga

Dilansir di Middle East Eye, Instagram dengan siaran langsungnya merupakan salah satu dari sedikit jejaring sosial yang tersedia di negara ini. Kini menjadi semakin populer, karena selebritas Iran menggunakannya untuk menarik lebih banyak pengikut dengan berbagai cara.

Tapi video langsung ini membawa dilema sosial yang tak terduga di Republik Islam, karena konten mereka berbenturan dengan aturan pemerintah dan dianggap tabu sosial. Selama lockdown, media cetak Iran dan media mainstream kehilangan popularitas mereka dibandingkan dengan online maupun media sosial. Media online termasuk sumber resmi dan tidak resmi telah menarik sejumlah besar pembaca karena mereka tidak dikenakan sensor dan pembatasan negara yang sama.

Sementara itu, Instagram dan Twitter semakin populer setiap hari. Instagram adalah salah satu dari sedikit jejaring sosial terbuka yang tersisa di Iran, karena Facebook dan Twitter telah diblokir selama lebih dari 10 tahun dan hanya dapat diakses di negara itu melalui jaringan pribadi virtual (VPN).

Sementara itu, pers di Iran menghadapi pengawasan pemerintah, Instagram telah berubah menjadi platform bagi warga Iran mengekspresikan pendapat mereka secara bebas atau memposting foto tanpa sensor kehidupan sehari-hari mereka.

Salah satu selebgram yang menyebabkan kegemparan di Instagram adalah penyanyi Amir Hossein Maghsoudloo, yang lebih dikenal dengan nama panggungnya Amir Tataloo. Meskipun menetap di luar Iran selama beberapa tahun dan saat ini tinggal di Turki, Tataloo memiliki banyak pengikut Iran di Instagram.

Salah satu streaming langsungnya baru-baru ini memecahkan rekor Instagram untuk jumlah penonton, dengan lebih dari 640 ribu orang melihatnya. Ini menghapus rekor sebelumnya yang dipegang oleh rapper AS Drake dan Tory Lanez dengan sekitar 315 ribu penonton pada awal April.

Tapi yang mungkin menyebabkan streaming langsung Tataloo mendapatkan begitu banyak perhatian adalah siaran bersama dengan Neda Yasee, selebritas Instagram Iran lainnya, yang telah menjadi terkenal di Iran karena berbagi foto tentang dirinya.

Keduanya memanfaatkan Instagram secara langsung untuk berbicara tentang pengalaman dan fantasi seksual, yang kemungkinan membangkitkan minat penggemar mereka yang kebanyakan pemuda Iran. Tataloo bukan satu-satunya warga Iran yang menarik perhatian pengikut melalui video langsung dan mengangkat masalah seksual di media sosial.

Sasha Sobhani, putra mantan duta besar Iran untuk Venezuela, adalah selebritas Iran lainnya yang telah mampu menarik beberapa ratus ribu orang dengan tantangan "Buttock Dance".

Saat ini dia tinggal di Spanyol, Sobhani melakukan siaran bersama dengan gadis-gadis yang masuk dari seluruh dunia di streaming langsungnya, di mana ia meminta mereka membelikannya atau melakukan tantangan menggoda lainnya.

 

"Kami selalu hidup di bawah batasan yang begitu keras sehingga bagi beberapa selebriti melanggar tabu sangat menarik bagi kami,"ujar Behzad, warga Iran pengguna Instagram.

 

 

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA

 
 

TERPOPULER