Saturday, 25 Zulhijjah 1441 / 15 August 2020

Saturday, 25 Zulhijjah 1441 / 15 August 2020

Kasus Sembuh Positif Covid-19 di Sumsel Lampaui 1.000 orang

Senin 29 Jun 2020 23:04 WIB

Red: Israr Itah

Juru Bicara Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Sumsel, Yusri.

Juru Bicara Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Sumsel, Yusri.

Foto: Antara
Total telah 1.025 orang sembuh, meski kasus baru juga terus bermunculan.

REPUBLIKA.CO.ID, PALEMBANG -- Warga Sumatra Selatan positif Covid-19 yang dinyatakan sembuh bertambah 66 orang. Total telah 1.025 orang sembuh, meski kasus baru juga terus bermunculan.

Baca Juga

"Sebanyak 66 orang yang sembuh pada hari ini Senin berasal dari Palembang (64 orang), Muara Enim (satu) dan Ogan Ilir (satu)," kata Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Sumsel Yusri di Palembang, Senin (29/6).

Total 1.025 kasus sembuh tersebut setara 50,7 persen dari total kasus sementara. Persentase tersebut menjadi rekor tertinggi kesembuhan kasus positif Covid-19 di Sumsel sejauh ini.

Namun kasus meninggal juga bertambah dua orang dari Palembang dan Banyuasin, sehingga total kasus meninggal menjadi 86 orang atau 4,3 persen, hampir mendekati rata-rata kematian secara nasional (5 persen).

Sementara kasus positif kembali bertambah 23 kasus, berasal dari Kota Palembang (18 kasus), serta Banyuasin, OKI dan Muara Enim masing-masing satu kasus, maka total kasus positif di Sumsel berjumlah 2.023 orang.

"Namun dari 2.023 kasus itu, 1.111 kasus dinyatakan selesai dan masih ada 912 kasus aktif di 12 kabupaten/kota," tambahnya.

Ke-912 kasus itu mendapat penanganan di Kota Palembang (722 kasus), disusul Kabupaten Banyuasin (66 kasus), OKI (42 kasus), Muara Enim (33 kasus), Lubuklinggau (delapan kasus), Kabupaten PALI (15 kasus), Musi Banyuasin (delapan kasus), Ogan Ilir (enam kasus), OKU Timur (lima kasus), serta Prabumulih dan Empat Lawang masing-masing satu kasus, khusus luar wilayah terdapat tiga kasus.

Gugus tugas kembali mengingatkan masyarakat agar memperketat penerapan protokol kesehatan, jika tidak diperhatikan dengan kesadaran penuh maka kondisi normal baru akan menjadi potensi berbahaya.

"Apalagi saat ini sepertinya aktivitas masyarakat sudah meningkat kembali. Kita tentu inginnya normal baru itu bisa membangkitkan ekonomi lagi, bukan malah menaikkan kasus positif Covid-19," kata Yusri menegaskan.

 

sumber : Antara
BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA