Senin 29 Jun 2020 23:42 WIB

Purbalingga Fasilitasi Pemasaran UMKM

Purbalingga terus melakukan terobosan guna memberdayakan UMKM

UMKM penerima KUR, ilustrasi
Foto: Tahta/Republika
UMKM penerima KUR, ilustrasi

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Pemerintah Kabupaten Purbalingga, Jawa Tengah, terus berupaya memfasilitasi pemasaran produk usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) lokal guna menggerakkan perekonomian di wilayah setempat.

"Pemerintah Kabupaten Purbalingga terus melakukan terobosan guna memberdayakan UMKM di wilayah ini salah satunya dengan memfasilitasi pemasaran produknya," kata Kabid UKM, Dinas Koperasi dan Usaha Kecil Menengah Kabupaten Purbalingga Adu Purwanto di Purbalingga, Senin (29/6). 

Dia mencontohkan pihaknya telah memindahkan pusat penjualan produk UMKM ke Taman Kota Usman Janatin. "Pusat penjualan produk UMKM dipindahkan ke Taman Kota Usman Janatin dan jumlahnya ditingkatkan dari semula satu kios menjadi empat kios," katanya.

Dia menambahkan sejumlah UMKM di wilayah tersebut telah terdampak pandemi COVID-19.

"Kamiterus melakukan pendataan jumlah UMKM yang terdampak dan mengalami penurunan omset sambil melakukan upaya jangka pendek seperti memfasilitasi pemasaran dan memberikan bantuan sembako kepada sejumlah pelaku UMKM yang terdampak pandemi," katanya.

Dia mengatakan kendati ada beberapa UMKM yang terdampak COVID-19 namun ada juga yang tetap bertahap dan melakukan inovasi terhadap usahanya.

"Beberapa UMKM melakukan diversifikasi usaha misalkan menjadi reseler produk pabrikan maupun lokal," katanya.

Dia menambahkan untuk memediasi para konsumen pihaknya juga telah membuat program pemasaran berbasis grup media sosial.

"Kami membuat grup media sosial guna mempertemukan penjual dan pembeli melalui media sosial," katanya.

Selain itu, kata dia, pihaknya juga terus melakukan pendekatan dengan pihak ritel yang ada di wilayah ini agar mau bekerjasama memasarkan produk UMKM lokal.

Selain itu, Pemerintah Kabupaten Purbalingga juga terus berupaya memberdayakan UMKM agar dapat memproduksi alat pelindung diri COVID-19 seperti masker dan lain sebagainya.

"Kebijakan ini diambil agar UMKM tidak tergerus ekonominya akibat dampak COVID-19," katanya.

Dia berharap UMKM di Purbalingga dapat terus berinovasi dan berkreasi agar dapat bertahan dan segera bangkit dari dampak pandemi COVID-19.

Sebelumnya Bupati Purbalingga Dyah Hayuning Pratiwi mendorong para pelaku UMKM di wilayah setempat terus berkarya dan berinovasi di tengah pandemi COVID-19.

"Kami mendorong dan memberikan semangat kepada para pelaku UMKM untuk tetap optimis, terus berkarya, berproduksi dan berinovasi dengan tetap menerapkan protokol kesehatan," katanya

Bupati mengatakan pandemi COVID-19 telah memberikan dampak terhadap sektor sosial dan juga ekonomi.

"Segala jenis usaha baik jasa maupun produksi mengalami penurunan pendapatan. Kondisi ini menjadikan pemkab merasa prihatin karena di Purbalingga banyak warga masyarakatnya hidup dengan menjadi pelaku UMKM," katanya.

 

sumber : Antara
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement